Kadis ESDM Maluku Rangkap Jabatan untuk Menggarong Tambang Emas

MINGGU, 20 DESEMBER 2015
Jurnalis: Samad Vanath V. / Editor: Sari Puspita Ayu / Foto: Samad Vanath V.

AKBON—Isu adanya kandungan merkuri yang beredar di masyarakat menjadi peluang kgususnya bagi Kepala Dinas Sumber Daya Mineral (Kadis ESDM), Maluku Ir. Martha Nanlohy, M.Si untuk mengusir penambang dari Gunung Botak.

Dua alat berat yang digunakan PT. Buana Peatama Sejahtera milik Edy Winata.
“Ini merupakan peluang untuk mengusir para penambang rakyat dari wilayah pertambangan rakyat Gunung Botak Pulau Buru yang sudah ditetapkan Pemerintah Kabupaten. Sungguh durjana mereka diusir dari wilayahnya sendiri,” ujar Ketua LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) Ikatan Pemuda Memperhati Hak Adat Buru (IPEHAPU) kepada Cendana News, Minggu (20/12/2015).
Menurutnya, sesuai hasil investigasi, ternyata isu merkuri yang tak dapat dibuktikan merupakan pintu masuk PT buana Pratama untuk merampas emas menggunakan alat berat di Bunung Botak.
Dikemukakan, masuknya PT Buana Peatama Sejahtera milik Edy Winata, sempat menjadikan Kadis ESDM Maluku Ir. Martha Nanlohy, M.Si sebagai bendahara perusahaan tersebut.
“Hal ini dibuktikan dengan adanya transfer uang dari rekening Kadis ke rekening pemilik alat lewat Bank Mandiri untuk menyewa alat berat,” bebernya.
Selain itu, ada pula rekaman yang dapat dijadikan bukti. Pasalnya, lewat MOU PT Buana Pratama Sejahtera hanya ditunjuk sebagai perusahan yang mengangkut sianida dan merkuri ke lokasi penampungannya, namun diduga semua itu hanya tipuan dari Kadis ESDM Maluku.
“Ini adalah sindikat pencurian emas dari wilayah pertambangan rakyat Gunung Botak Pulau Buru,” tegasnya.
Sementara itu, hasil investigasi dari salah satu LSM di Maluku mengungkapkan, bahwa di tempat penampungan matrial yang katanya mengandung sianida dan merkuri, kini sangat sulit dimasuki warga setempat.
“Bahkan kami ditodong senjata, mereka mengatakan bahwa lokasi ini tidak boleh dimasuki siapapun kecuali karyawan. Namun saat mereka lengah, kami berhasil menyusup masuk.Video yang berhasil kami ambil terkait aktifitas mereka sungguh menakjubkan,” ceritanya, sambil menunjukan video bukti lapangan PT Buana Pratama Sejahtera yang sedang menggarap emas Gunung Botak.
Ditambahkan, ternyata PT Buana Pratama Sejahtera sedang mengolah matrial hasil rampasan menjadi emas. Ironinya, menggunakan sianida juga. Diindikasikan, dengan terpal yg diletakkan di bawah matrial penampungan.
“Kami sempat menanyakan bahwa bagaimana model pemisahan matrial dari sianida merkuri. Namun orang  ESDM belum bisa menjawab,” pungkasnya. (CDN)
Lihat juga...