Kapolda Sultra: Waspadai Peredaran Uang Palsu Saat Pilkada

Uang Dolar dan Rupiah [Ilustrasi]
KENDARI— Selain politik uang, Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara (Sultra) juga meminta masyarakat untuk mewaspadai peredaran uang palsu saat penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (Pilkada) yang akan digelar serentak hari Rabu, 9 Desember 2015.
“Jika menemukan uang palsu beredar, segera laporkan ke aparat kepolisian untuk diproses,”sebut Kapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) Brigjen Drs Agung Sabar Santoso di Kendari, Senin (07/12/2015). 
Kehati-hatian sanggat penting, terutama dengan peredaran uang palsu menjelang pilkada ini, karena bisa jadi para tim sukses menghalalkan segala cara untuk memenangi pilkada dengan membeli suara menggunakan uang palsu (politik uang).
Ditegaskan, pihaknya akan menindak tegas pelaku politik uang. Perbuatan politik uang adalah perbuatan pidana yang dapat diproses secara hukum. Dan ini juga merupakan embrio bakal terjadi tindak pidana korupsi (tipikor).
“Bila ditemukan bukti politik uang, akan ditindak tegas,” ujarnya kepada sejumlah wartawan.
Sementara itu, kabupaten yang akan melakukan Pilkada serentak pada hari Rabu, 9 Desember 2015, adalah Kabupaten Konawe Selatan (Konsel), Konawe Utara (Konut), Kolaka Timur (Koltim),  Konawe Kepulauan (Konkep). Kemudian Kabupaten Buton Utara (Butur), Wakatobi, dan Muna.
Sementara itu, Panwaslu Sultra mendeteksi sebanyak 583 TPS yang dianggap rawan terjadi politik uang. Menurut Munsir Salam, Divisi Pengawasan Bawaslu Sultra, pemberian uang atau materi lainnya hampir merata terjadi di semua TPS di 7 kabupaten yang menyelenggarakan Pilkada.
SENIN, 07 Desember / Jurnalis : Rustam / Foto: Doc CDN / Editor : ME. Bijo Dirajo 
Lihat juga...