Kebutuhan Dasar Perempuan dan Anak Sebagai Tonggak Kemajuan Bangsa Harus Dipenuhi

SELASA, 29 DESEMBER 2015
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Charolin Pebrianti

SURABAYA—Diskusi dengan tema pembacaan anggaran berperspektif gender yang berpihak pada kepentingan perempuan dan anak digelar di Balai Pemuda Surabaya, Selasa (29/12/2015).


Pemerhati Masalah Perempuan dan Sosial Budaya Surabaya, Hari Putri Lestari menjelaskan alokasi APBD (Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah) untuk sektor pendidikan di Kota Surabaya sudah dianggarkan 20%.
“Namun dari 20% tersebut, masih banyak ditemukan masalah seperti pembelian buku, yang dibebankan sepenuhnya kepada wali murid,” terangnya di tengah-tengah diskusi.
Menurutnya, kebutuhan dasar perempuan dan anak sebagai tonggak kemajuan bangsa seharusnya dipenuhi dengan baik. Selain masalah pendidikan, juga ditemukan masalah air bersih.
“Di Kelurahan Wonokusumo dan Kelurahan Bandar Rejo, seharusnya air bersih tidak menjadi masalah lagi, di era globalisasi apalagi di Surabaya sebagai ibu kota provinsi,” tegas perempuan yang menjabat Ketua Satuan Pemuda Lingkar Demokrasi (Sapu Lidi).
Di kedua kelurahan tersebut rata-rata setiap bulan, warga menderita sakit flu, batuk dan diare akibat air yang digunakan setiap hari tidak bersih.
Ketua Kelompok Perempuan Pro Demokrasi Samitra Abhaya Surabaya, Erma Susanti menambahkan persoalan budaya yang masih melekat di masyarakat terus terjadi, terkait kepentingan dan keperluan perempuan masih dinomor duakan.
“Seharusnya sebagai wanita, harus punya kelompok untuk berorganisasi serta bekerja sama dengan banyak pihak sehingga permasalahan bisa diselesaikan dengan baik terutama masalah wanita dan anak-anak,” tukasnya.
Erma memberi contoh, di Skotlandia dan Australia ada alokasi anggaran khusus dalam memperhatikan perjuangan perempuan.
“Seharusnya Surabaya bisa mencontoh hal tersebut. Selain itu warga juga harus aktif dan ada dukungan dari pemerintah,” pungkasnya.

Lihat juga...