Kekuatan PAN di Sulawesi Tenggara Menurun

Kamis, 17 Desember 2015 / Jurnalis: Rustam / Editor: Gani Khair

Gubernur Sulawesi Tenggara, Nur Alam


KENDARI—Kekuatan Partai Amanat Nasional (PAN) Provinsi Sultra mulai menurun, hal ini bisa dilihat dari Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tanggal 9 Desember 2015 lalu.  
Dari 7 pasang calon yang didukung PAN Sultra, hanya tiga pasang calon yang dinyatakan menang. Sedangkan empat pasang calon lain, kalah.
Pasangan calon yang menang adalah Dr.Baharuddin-La Pili di Kabupaten Muna, Tony Herbiansyah – Andi Meria Nur di Kabupaten Kolaka Timur dan pasangan Arhawi-Ilmiati Daud di Kabupaten Wakatobi.
Dampak dari kemenangan tersebut muncul saling klaim perolehan suara. Bahkan mengarah konflik. Seperti yang terjadi di Kabupaten Muna. Tim sukses Dr Baharuddin-La Pili berhadap-hadapan dengan tim sukses Rusman Emba-Malik Ditu.
“Semua masyarakat saya minta menahan diri sambil menunggu hasil pleno KPU. Jangan ada tindakan anarkis,” kata Nur Alam, Gubernur Sultra berpesan.
Daerah pemilihan yang harus direlakan PAN adalah Kabupaten Konawe Kepulauan, Kabupaten Konawe Utara, Kabupaten Konawe Selatan dan Buton Utara.
Melihat fenomena ini, Nur Alam menyatakan bahwa saat ini tidak ada lagi dominasi kekuasaan.
Dukungan PAN di Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) terhadap pasangan Asnawi Syukur-Rustam Tamburaka kalah atas pasangan Surunuddin Dangga-Arsalim yang didukung Golkar, PBB dan Hanura. Walaupun masyarakat tahu bahwa Asnawi adalah kakak Gubernur Sultra.
Kemudian di Kabupaten Konawe Utara, pasangan Ruksami-Raup sebagai pemenang. Pasangan incumbent Aswad Sulaiman-Abuhaera yang didukung PAN harus merelakan posisi kursinya.
Di Kabupaten Konawe Kepulauan, pasangan Amarullah-Andi Nur Lutfi sebagai pemenang, mengalahkan pasangan dukungan PAN yakni Nur Sinapoy-Abdul Salam.
Di Kabupaten Buton Utara, pasangan incumbent dukungan PAN atas nama Ridwan Zakaria-Lajiru harus mengakui keunggulan Abu Hasan-Ramadio yang diusung PDIP.
Sumber foto: Rustam
Lihat juga...