Keluarga Korban Kecelakaan Maut Lamborghini Tidak Menuntut

Intan, anak korban kecelakaan Lamborghini dan Hendriati, adik korban
SURABAYA — Kecelakaan maut Lamborghini yang menewaskan Kuswanto (51 tahun) membawa kedukaan tersendiri bagi keluarganya. Pasalnya, Kuswanto merupakan satu-satunya tulang punggung keluarga dengan lima orang anak yang masih sekolah.
Pasca kejadian ini pihak keluarga tidak akan menuntut ke pihak tersangka, karena keluarga korban berpendapat ini semua sudah takdir Tuhan YME.
“Kami tidak akan menuntut apapun, yang penting keluarga tersangka sudah ada itikad baik untuk bertanggung jawab,” jelas Adik kandung korban, Hendriati (50 tahun) di Surabaya, Selasa (01/12/2015).
Namun disebutkan, bentuk pertanggungjawaban keluarga tersangka yaitu pemberian santunan kepada anak korban, membiayai seluruh biaya rumah sakit istri korban hingga pulih, dan menjanjikan dua anak korban yang akan lulus SMK diberi pekerjaan di perusahaan milik keluarga tersangka meskipun bekerja di nol tahun (tahun pertama) akan diberi gaji sesuai UMK Surabaya.
“Kami inginnya semua bentuk pertanggung jawaban tersebut benar-benar dilakukan, agar sang Ayah juga tenang di alam kubur, bisa melihat anak-anaknya mandiri dan bisa membantu perekonomian keluarga apalagi ketiga adiknya masih kecil,” tandasnya.
Sementara itu, anak korban, Intan selama seminggu terakhir berfikiran mengenai uang sekolahnya yang belum terbayar, ia takut tidak bisa mengikuti ujian.
“SPP saya per bulannya 100 ribu Rupiah, Ayah berjanji Senin dilunasi. Ternyata Minggu pagi Ayah meninggal,” ujarnya dengan muka sendu.
JURNALIS : CHAROLIN PEBRIANTI

Jurnalis Cendana News wilayah Jawa Timur. Gabung dengan Cendana News Mei 2015. 

Akun twitter : @charolineemoo
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Charolin Pebrianti
Lihat juga...