Kenaikan TDL Berdampak Langsung pada Usaha Kecil Menengah

Perangkat kantor yang menggunakan listrik
JAKARTA — PT. Perusahaan Listrik Negara ( PLN ) sebagai operator tunggal yang ditunjuk oleh Pemerintah untuk mengelola dan mendistribusikan listrik nasional, mulai Selasa (1/12/2015) secara memberlakukan kenaikan Tarif Dasar Listrik ( TDL ).
Kenaikan TDL berlaku untuk pelanggan listrik dengan kelas ekonomi menengah kebawah dengan daya 1.300 dan 2.200 Volt Ampere ( VA ). Kenaikan tarif listrik sebesar 11 persen dari tarif semula. Hal tersebut dirasakan sangat memberatkan usaha kecil menengah, terutama dalam perlambatan ekonomi saat ini.
Zacky, salah satu pemilik ruko di Jalan Gunung Sahari, Jakarta Pusat mengatakan, rata – rata daya listrik komplek ruko di Jakarta bervariasi, antara 2.200 VA – 3000 VA, jelas akan langsung merasakan dampak kenaikan TDL, apalagi jaman sekarang hampir 90 persen peralatan kantor menggunakan listrik.
Zacky menambahkan, mulai dari colokan charger, gadget, komputer PC, pendingin udara ( AC ), lampu, televisi, lemari es / kulkas, mesin cuci, sampai pompa air, semuanya membutuhkan aliran listrik, jelas khabar tersebut membuat para pelanggan listrik PLN menjadi was – was.
“Jangan – jangan kedepannya setiap tahun TDL naik terus,” pungkasnya.
Pada perubahan tarif listrik yang baru, disitu menyebutkan pelanggan listrik dengan daya 1.300 VA dan 2.200 VA tarif sebelumnya Rp. 1.352 / kilo Watt hour ( kWh ), maka mulai per tanggal 1 Desember 2015, tarifnya naik menjadi Rp. 1.509,38 / kWh. [JURNALIS : EKO SULESTYONO]
Kamis, 03 Desember / Editor : ME. Bijo Dirajo / Jurnalis : Eko Sulestyono/ Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...