Kepulangan 77 Warga NTT Diundur Hingga Pemprov Menjemput

Warga NTT yang terlantar di Kendari
KENDARI — Lemes, warga asal Nusa Tenggara Barat (NTT) terlihat lahap menikmati semangkuk mie instan yang disiram air panas. Dengan wajah kusut dibalut pakaian kumal, sambil duduk melantai di teras kantor DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultta).
Lemes terkesan lesu menatap masa depan dirinya dan keluarga. Dia terdampar di Sultra sejak tahun 2009. Bersama ratusan pekerja asal NTT, Lemes bekerja di perkebunan kelapa sawit milik PT Damai Jaya Lestari (DJL) yang terletak di Kabupaten Konawe Utara. Karena alasan minimnya perhatian kesejahteraan, kini mereka memaksa pulang ke kampung halaman di NTT.
Namun perjuangan untuk kembali ke NTT ternyata berlangsung alot. Sudah hampir dua bulan lamanya, 77 warga  belum bisa pulang karena terkendala biaya. Pada pertengahan bulan November, Pemprov Sultra akan membantu biaya kepulangan dari Kendari menuju NTT dengan menggunakan jasa kapal Pelni. Pihak PT. DJL juga sudah bersedia memberikan uang siri, semacam bantuan tali kasih.
Setelah kesediaan Pemprov memfasilitasi kepulangan warga NTT, maka dijadwalkan hari ini Rabu, 2 Desember 2015. Namun pantauan wartawan Cendana News di halaman kantor DPRD Sultra, 77 warga asal NTT masih berkeliaran. Anak-anak bermain di sudut rumah wakil rakyat.
Batalnya 77 warga NTT pulang kampung, karena informasi yang mereka terima bahwa Pemprov NTT sendiri yang akan datang menjemput. Tim dari Pemda NTT dijadwalkan datang ke Kota Kendari tanggal 7 Desember. 
“Sesuai agenda hari ini 77 warga asal NTT akan pulang. Namun karena Pemprov NTT sendiri yang akan jemput tanggal 7 Desember. Jadi sekarang kita menunggu saja,” kata La Fero, salah seorang pendamping warga NTT saat di temui di kantor DPRD Provinsi Sultra.
Lemes, Warga NTT
JURNALIS : RUSTAM

Jurnalis Cendana News wilayah Sulawesi Tenggara. Sebelum bergabung dengan Cendana News sudah menjadi wartawan di beberapa media cetak lokal maupun nasional. Gabung dengan Cendana News Oktober 2015. 

Akun twitter : @rustamcnd 

Editor : ME. Bijo Dirajo / Foto : Rustam
Lihat juga...