Kiprah Ibu di Era Globalisasi. Macak, Masak, Manak, Mantap

SELASA, 22 DESEMBER 2015
Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Sari Puspita Ayu / Foto: Charolin Pebrianti
SURABAYA—Berbagai acara digelar untuk memperingati Hari Ibu yang diperingati setiap tanggal 22 Desember. Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menggelar dialog interaktif bertemakan ‘Kiprah Ibu di Era Globalisasi’.


Ketua LSM Neema Surabaya, Niken Mahendra menjelaskan sebagai seorang ibu harus selalu belajar dan berusaha.
“Apalagi di tengah era globalisasi, peran perempuan menjadi penting dan utama, selain menjadi ibu juga harus menjadi wanita cerdas untuk keluarga,” terangnya kepada Cendana News, Selasa (22/12/2015).
Ia menambahkan, menjadi seorang ibu dalam kondisi apapun harus berbuat yang terbaik untuk anak-anaknya. Apalagi di era globalisasi, perkembangan informasi sangat cepat jika tidak diikuti dengan arahan ibu, anak-anak akan kehilangan arah dan panutan.
“Dan yang paling penting sebagai seorang ibu harus bahagia, harus terus belajar, harus tetap memberikan cinta dan kasih kepada anak-anak,” ujarnya.
Rektor Untag, Ida Aju Brahmasari menjelaskan sebagai seorang ibu harus 4 M (macak, masak, manak, mantap), yakni pintar berdandan, pintar memasak, pandai mengurus anak, dan harus cerdas.
“Mantap artinya harus pintar, kreatif, peduli. Perempuan pintar tidak harus melalui sekolah formal, tetapi bisa belajar dari lingkungan,” ucapnya.
Ibu berkaca mata ini memaparkan sebagai seorang ibu juga harus memiliki sifat peduli dan kasih sayang.
“Ibu harus mau belajar, tidak hanya belajar di perguruan tinggi, tetapi juga bisa belajar dari pengalaman hidup,” pungkasnya.
Lihat juga...