Konsorsium Hijau Dorong Pengetahuan Lingkungan Masuk Kurikulum

Dr. R. Maryatmo, Ketua Konsorsium Hijau
YOGYAKARTA — Menyadari dan menyikapi semakin menurunnya kualitas alam yang berimbas kepada menurunnya daya dukung alam terhadap kehidupan manusia, sebanyak 8 institusi terdiri dari 3 perguruan tinggi dan 5 NGO di Indonesia membentuk satu wadah gerakan bernama Konsorsium Hijau.
Dr. R. Maryatmo, Ketua Konsorsium Hijau dalam pernyataan persnya di Yogyakarta, Selasa (1/12/2015) mengungkapkan, Konsorsium Hijau akan melakukan satu misi perbaikan lingkungan hidup melalui pendidikan. 
Dia menjelaskan, persoalan bumi tidak mungkin bisa diselesaikan secara instan dan parsial. Sebab, dalam upaya perbaikan lingkungan itu adalah merubah gaya hidup dan tata kehidupan bersama. Filosofi membangun dulu manusia sebagai sumber daya, menyebabkan timbulnya kooptasi dan konflik di antara manusia, tumbuhan dan hewan. 
“Kita akan merubah paradigma itu, bahwa saat ini manusia merupakan bagian dari alam. Maka, manusia hanya  bisa sejahtera kalau bisa menghargai dan memelihara alam,” jelasnya.
Dalam upaya merubah paradigma tersebut, Konsorsium Hijau akan mendorong pemerintah agar memasukan muatan kesadaran menjaga alam dan lingkungan melalui Pendidikan Pengetahuan Hijaunke dalam kurikulum pendidikan di Indonesia. 
Untuk itu, Konsorsium Hijau pun akan menggelar pertemuan akademik bersama Menteri Pendidikan, Anies Bawesdan, di dua tempat berbeda di Yogyakarta pada 3 Desember 2015 mendatang. 
“Kita akan menggandeng menteri pendidikan, karena selama ini pendidikan juga telah mencerabut anak-anak dari akar budayanya. Dengan pendidikan pengetahuan hijau ini, kita berharap anak anak bisa belajar hidup bersama dengan alam dan lingkungannya,” ujarnya.
Selain melalui upaya pendidikan, Maryatmo juga mengatakan, perlunya dukungan berbagai pihak untuk bersinergi beraama, terutama pemerintah yang selama ini belum menerapkan paradigma lingkungan dalam beberapa kebijakannya. 
“Diperlukan pula payung hukum dalam rangka gerakan hijau ini,”ungkapnya.
Sementara itu, berkenaan dengan metode gerakan hijau, Konsorsium Hijau akan mendekati kaum muda yang diharapkan nantinya akan bisa bergerak di desanya masing-masing. 
Sementara itu, beberapa hal pokok yang akan dilakukan oleh Konsorsium Hijau tersebut adalah mengenalkan dan menyebar-luaskan konsep integrated farming, energi terbarukan seperti biogas dari kotoran ternak, pertanian terpadu dan bisnis hijau. 
“Untuk itulah kita membutuhkan adanya sinergitas semua pihak,”pungkasnya. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Koko Triarko
Lihat juga...