Korem 072 PMK Yogyakarta Sosialisasikan Bahaya Laten Komunisme

Sosialisasi bahaya laten komunisme di Makorem 072 PMK Yogya
YOGYAKARTA — Seiring dengan munculnya berbagai indikasi bahaya laten komunisme dan paham radikal lainnya, Komando Resort Militer (Korem) 072 Pamungkas (PMK) Yogyakarta semakin intens membekali prajuritnya dengan wawasan kebangsaan melalui kegiatan Sosialisasi Bahaya Laten Komunisme dan Paham Radikal. Ini dilakukan untuk membentengi prajurit TNI dari pengaruh paham dan ideologi selain Pancasila yang terus mencoba menyusup.
Mayor Inf. M Munasik
Mayor Infanteri M Munasik, Kepala Penerangan Korem 072 Pamungkas Yogyakarta, ditemui Rabu (2/12/2015) mengatakan, sosialisasi tersebut diadakan rutin setiap 6 bulan sekali sebagai upaya untuk menjaga rasa nasionalisme prajurit dan membentengi prajurit dari paham komunisme serta paham-paham radikal lainnya yang berbasis agama seperti ISIS, terorisme dan sejenisnya. Munasik mengungkap, berbagai indikasi bangkitnya bahaya laten komunisme setidaknya mulai ditemui di Yogyakarta dengan adanya gambar palu arit yang merupakan lambang PKI. 
“Karena itu, kita akan terus meningkatkan rasa nasionalisme prajurit, agar tidak disusupi paham-paham radikal,” katanya.
Munasik juga mengatakan, dengan kegiatan sosialisasi bahaya laten komunisme dan paham radikal lainnya, diharapkan para prajurit bisa mensosialisasikannya di tengah masyarakat. Dengan narasumber berkompeten, kata Munasik, para prajurit juga diharapkan semakin memahami bentuk-bentuk dan upaya berbagai pihak yang hendak membangkitkan kembali paham komunis di Indonesia.
Sosialisasi bahaya laten komunisme dan paham radikal yang diadakan 6 bulan sekali, kali ini menghadirkan narasumber dari Tim Ahli Pusat Studi Pancasila UGM, Muhammad Jazir ASP, Ketua BNPT Yogyakarta, Budayawan Islam, Abdul Muhaimin dan Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) 072 Pamungkas, Kolonel Satyo Ariyanto.
Dalam ceramahnya, Jazir mengungkap, jika sejak kehancurannya pada tahun 1965, PKI masih terus mencoba menanamkan pengaruhnya. PKI saat ini juga masih menggunakan cara-cara lama dalam upayanya menggalang kekuatan. Di antaranya dengan membangun kekuatan progresif revolusioner di pedesaan dengan menggerakkan petani, pemuda dan rakyat dan jaringan kesenian, dengan membangun kekuatan radikal revolusioner progresif di perkotaan melalui jaringan buruh, pelajar dan mahasiswa serta dengan menyusupkan paham komunisme ke dalam organisasi musuh seperti militer, agama dan nasionalis. Karena itu, bangsa ini harus selalu berpegang kepada Pancasila sebagai ideologi dan landasan bangsa. 
“Pendidikan dan pemahaman Pancasila harus selalu diberikan. Tak hanya di bangku sekolah, namun juga dalam kehidupan sehari-hari,” cetusnya.
Sementara itu, Kepala Seksi Teritorial (Kasiter) 072 Pamungkas, Kolonel Satyo Ariyanto menegaskan, jika TNI selalu siap untuk berada paling depan untuk melawan PKI. Bagi TNI, katanya, PKI merupakan musuh bangsa yang tidak pantas hidup dan berkembang di negara ini.

Kamis, 03 Desember / Editor : ME. Bijo Dirajo / Jurnalis : Koko Triarko / Foto: Koko Triarko
Lihat juga...