KPU Dinilai Masih Mengesampingkan Disabilitas


SURABAYA—Komisi Pemilihan Umum (KPU) dinilai masih mengesampingkan fasilitas di Tempat Pemungutan Suara (TPS) bagi penyandang disabilitas. Hal ini dikemukakan oleh Pusat Pemilu Akses Penyandang Disabilitas (PPAPD) Jawa Timur saat membuka posko pengaduan, banyak dari penyandang disabilitas di kota-kota Jatim mengeluhkan fasilitas di TPS.

Divisi Advokasi PPAPD Jawa Timur, Arifudin menjelaskan ada banyak kasus di Surabaya. Surat pemberitahuan atau C6, banyak pemilih tuna rungu yang tidak menerima, karena tidak terdaftar di dalam DPT tambahan KPU.
Selain itu, template bagi tuna netra tidak timbul huruf braille dan juga ditumpuk dengan kertas suara sehingga kurang bisa terbaca. Sedangkan kasus lain yaitu letak kotak suara untuk penyandang tuna netra, yang terletak di atas dan di bawah. Sehingga kerahasiaan pilihannya tidak terjaga dengan baik.

“Di Surabaya, kotak untuk coblosan tuna netra ada di bawah. Sedangkan di Kediri di bagian atas surat suara. Dengan komposisi seperti itu, dimana letak asas LUBER bagi penyandang tuna netra,” terangnya.
Dengan adanya pengaduan dari masyarakat penyandang disabilitas, PPAD berkirim surat ke KPU terkait pengaduan. Jika tidak ada tanggapan, PPAPD akan berkirim surat juga ke KPU Pusat, Komnas HAM hingga Presiden. 
“Kami akan melakukan langkah, karena fasilitas TPS untuk penyandang disabilitas tidak maksimal. Bahkan masih ada TPS yang berada di jalanan bertangga yang menyusahkan penyandang tuna netra, tuna daksa dan pemakai kursi roda,” tutupnya.

Kamis, 10 Desember 2015/Jurnalis: Olin/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Olin
Lihat juga...