KPUD Sleman Mulai Kirim Logistik ke Daerah Terpencil

Pj Bupati Sleman melepas distribusi perdana logistik pilkada
YOGYAKARTA — Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Kabupaten Sleman, Yogyakarta, mendistribusikan alat dan kelengkapan pemilukada ke daerah terpencil dan daerah dengan jumlah pemilik yang banyak.
Ketua KPUD Sleman, Ahmad Sidqi mengatakan, hari ini, Senin (07/12/2015) pihaknya mulai mendistribusikan kotak dan surat suara ke 11 kecamatan prioritas. Ada pun pertimbangan prioritas itu adalah daerah yang jauh atau terpencil seperti Prambanan, Cangkringan, Minggir dan lainnya serta daerah dengan jumlah pemilih yang banyak di antaranya Depok, Mlati dan Ngaglik. 
Dijadwalkan, pengiriman yang dimulai pagi hari ini akan selesai nanti pukul 20.00 wib. Sementara itu, distribusi esok hari akan dilakukan ke enam kecamatan yang merupakan kawasan terdekat dengan jumlah pemilih yang lebih sedikit.
Pendistribusian alat dan kelengkapan pemilu kada pada kali pertama dihadiri Pj Bupati Sleman, Gatot Saptadi, Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen dan Dandim 0732 Sleman, Letkol Inf Bambang Yudi. 
Dalam kesempatan itu, Gatot mengimbau agar masyarakat bisa menentukan dan memilih paslon bupati dan wakil bupati sesuai dengan hati nuraninya masing-masing. Diungkapkan pula, terkait dengan wacana hitung cepat dalam pemilu kada yang sempat dibahas, KPUD Sleman dab Pemkab setempat memilih untuk tidak melakukannya. 
Selain karena dikhawatirkan ada pesan sponsor, proses hitung cepat juga tak begitu perlu mengingat hanya dalam waktu satu minggu hasil pilkada sudah bisa diketahui. Terhadap PNS pun jika kedapatan terlibat dalam kampanye salah satu paslon akan ditindak tegas sesuai tingkat pelanggarannya menurut PP No. 53.
Sementara itu dari sisi pengamanan logistik, Kapolres Sleman AKBP Faried Zulkarnaen menjelaskan, pihaknya telah memetakan kerawanan yang mungkin berpotensi terjadi gangguan. Yaitu Rawan 1 dan Rawan 2. 
Rawan 1 merupakan daerah yang membutuhkan pengamanan bukan karena ada ancaman bentrok atau gangguan keamanan lainnya, melainkan hanya perlu prioritas pengamanan karena si wilayah tersebut mungkin berdekatan dengan tempat tinggal pejabat tinggi atau mantan pejabat tinggi. 
Sedangkan untuk Rawan 2 merupakan daerah yang diperkirakan rawan terjadi bentrok atau merupakan basis partai. Namun demikian, Faried mengatakan jika di wilayah Sleman tidak ada kawasan yang masuk dalam kategori Rawan 2.
Sementara itu dalam proses distribusi alat dan kelengkapan pemilu kada, pihaknya memberikan pengawalan sebanyak dua petugas polisi dibantu linmas dan Satpol PP untuk setiap satu armada. Begitu pula saat tiba di TPS, kotak dan surat suara di bawah pengamanannya.
“Kita menerapkan pola pengamanan 2-5-10 yaitu dua polisi satu TPS dan 10 Linmas dan pola 2-2-4 atau dua polisi dua TPS dan 4 Linmas”, pungkasnya. 
SENIN, 07 Desember / Jurnalis : Koko Triarko / Foto: Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo 
Lihat juga...