Krisis Listrik NTB Mengganggu Kualitas Layanan Rumah Sakit

Mawardi Hamry (mengenakan peci)

MATARAM—Krisis listrik yang terjadi di Nusa Tenggara Barat (NTB) dalam beberapa tahun terahir tidak hanya dikeluhkan kalangan pengusaha di NTB, terutama usaha jasa perhotelan karena menimbulkan kerugian dan mengancam iklim investasi, tapi juga dikeluhkan rumah sakit NTB.
“Kami minta kepala PLN Wilayah NTB untuk segera mengatasi masalah krisis listrik, karena pemadaman yang terjadi sekarang sudah sangat mengganggu pelayanan medis di rumah sakit” kata Direktur Rumah Sakit Umum Provinsi NTB, Mawardi Hamry di Mataram, Sabtu (12/12/2015)
Apalagi dengan dimulainya beroperasi RSUP NTB baru di Kelurahan Cemara Kota Mataram, dengan luas, fasilitas medis tersedia dan kamar rawat yang mencapai 600 kamar, kebutuhan listrik kita mencapai 2,6 megawat, sementara yang baru tersedia hanya 1,8 Megawat
Ia mengatakan jumlah pasien yang dirawat di rumah sakit, terutama pasien kelas tiga, hampir setiap bertambah. Sampai september ini saja jumlah pasien kelas tiga yang sudah menjalani rawat inpa mencapai 22.926 orang
“Sekarang ini ada sekitar 300 pasien rawat inap yang akan dipindahkan dari RSUP lama ke RSUP baru, kalau kondisi listrik terus seperti sekarang bagaimana kita mau memberikan pelayanan medis maksimal kepada masyarakat” ungkapnya
Lebih lanjut Mawardi menambahkan, untuk sementara waktu membantu mengatasi krisis listrik, pihaknya sudah menyediakan dua jenset sewaan yang menghabiskan BBM perharinya sampai 400 liter.
Sabtu, 12 Desember 2015/Jurnalis: Turmuzi/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Turmuzi
Lihat juga...