LBH Pers Manado Siap Kawal Kasus Kekerasan Jurnalis di Bitung


MANADO — Lembaga bantuan hukum (LBH) Pes Manado siap mengawal kasus kekerasan Jurnalis yang menimpa tiga Jurnalis Televisi di kota Bitung Sulawesi Utara.  
Menurut Direktur LBH Pers Manado Ferley Kaparang SH, MH saat di temui Cendana News pada Jumat (11/12/2015), kasus kekerasan yang terjadi di kota Bitung terhadap dua Kotributor Jurnalis Televisi Nasional dan satu Jurnalis Televisi lokal yang diduga dilakukan oleh sejumlah tim sukses pasangan calon (Paslon) Wali kota dan Wakil walikota merupakan bentuk pelanggaran hukum, karena setiap Jurnalis yang bekerja di lapangan dilindungi undang-undang Pers, sehingga jika ada oknum yang ingin menganggu kinerja Jurnalis saat melakukan peliputan merupakan pelanggaran pidana.  
“Dalam waktu dekat kita akan melakukan pertemuan dengan tiga Jurnalis Televisi yang menjadi korban kekerasan di kota Bitung, untuk mengumpulkan bukti dan fakta di lapangan, setelah itu kita akan mendorong pihak Kepolisian untuk mengusut kasus ini, dan jika ada unsur pidana mereka yang terlibat harus diseret ke meja hukum,” tegas Kaparang kepada Cendana News.
Lebih lanjut dikatakan Kaparang, baru-baru ini pihak LBH Pers bersama sejumlah lembaga terkait membahas kasus kekerasan yang terjadi di Indonesia terutama di Sulut dan kota Manado dengan topik “Darurat Kekerasan Pers di Indonesia”, sehingga jika sampai saat ini masih ada pihak yang ingin menghalang-halangi Jurnalis dalam liputan itu sudah melanggar hukum, dan kami akan melawan itu dengan “menyeret” mereka hingga dijebloskan ke dalam sel. 
“LBH Pers telah membentuk forum yang namanya Rechvinding Club yang didalamnuya ada dari LBH Manado, KSBSI Sulut, AJI Manado, Pusat Kajian Hukum dan Kebijakan Publik UKIT, Pradi Young Generation, dan UNPI Manado, untuk mengawal setiap kasus yang melibatkan buruh, tenaga kerja, advokat, terutama Jurnalis, sehingga jika ada kasus seperti di Bitung kami akan segera menindak lanjutinya, karena bagaimanapun setiap bentuk kekerasan yang dialami wartawan saat meliput, baik berupa ancaman, tindakan fisik hingga perampasan peralatan Jurnalis sudah melanggar hukum dan mereka harus diproses secara hukum juga” lanjutnya.  
Selain itu Kaparang menambahkan, pihaknya juga akan melakukan koordinasi dengan AJI Manado dan IJTI terhadap kasus ini, dan akan mengawalnya bersama-sama hingga tidak ada lagi kasus seperti ini terjadi.  
“Kami persilakan pihak-pihak yang tidak senang atau merasa terganggu dengan kinerja Jurnalis saat meliput harus melaporkan ke pihak hukum dan media yang bersangkutan, dan jangan melakukan tindakan yang melanggara hukum, apa lagi sampai melakukan kekerasan terhadap Jurnalis,” kata Kaparang pada Jumat (11/12/2015) menutup wawancara dengan Jurnalis Cendana News.  
Seperti diketahui, Kamis (10/12/2015) kemarin tiga Jurnalis Televisi, masing-masing Kompas TV, Metro TV dan Jurnalis TV lokal sempat mengalami kekerasan yang diduga dilakukan oleh salah satu Paslon Walikota Bitung, dengan merampas dan merusak kamera Jurnalis serta mengancam mereka, sehingga menyebabkan tiga Junalis Televisi itu tidak bisa melakukan peliputan usai Pilkada berlangsung di kota Bitung.
Jum’at, 11 Desember 2015/Jurnalis: Ishak Kusrant/Editor: Gani Khair/Foto: Ishak Kusrant
Lihat juga...