Lestarikan Hutan Mangrove, Pemkot Kendari Jadikan Objek Wisata

Hutan bakau
KENDARI — Memanfaatkan daya tarik dan menjaga kelestarian hutan mangrove (bakau) yang terdapat di Kelurahan Lahundape Kecamatan Kendari Barat dan Pulau Bungkutoko, Kelurahan Bungkutoko Kecamatan Abeli, Pemerintah Kota Kendari menetapkan kawasan tersebut sebagai objek wisata dan pusat penelitian.
“Daripada hutan mangrove ini dibiarkan saja tanpa dimanfaatkan, lebih baik Pemkot membuat program wisata. Kita manfaat mangrove ini ruang terbuka hijau sebagai obyek wisata,” kata Wali Kota, Asrun di Kendari, Sabtu (05/12/2015).
Mewujudkan rencana tersebut, Pemkot mendapat suntikan dana yang dianggarkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Untuk memudahkan Pemkot Kendari merealisasikan program hutan mangrove sebagai lokasi obyek wisata baru, Walikota Kendari membagi tugas kepada Dinas Kelautan dan Perikanan (SKP) serta Badan Lingkungan Hidup (BLH).
Khusus hutan mangrove yang berada di ujung barat Teluk Kendari, sudah dibangun jembatan penghubung ke dalam hutan bakau. Tinggi jembatan diperkirakan 2 meter, dengan lebar 1 meter lebih.
Untuk menikmati wisata hutan bakau di Teluk Kendari, atau tepatnya di depan Hotel Grand Clarion Kendari, pengunjung tidak perlu turun ke dasar laut. Pengunjung tidak perlu berbasah-basah dan berjalan di atas  lumpur. Cukup melewati jembatan dengan berjalan kaki sudah berada dalam hutan bakau yang rimbun, tanpa harus kotor. 
Di dalam hutan mangrove, pengunjung dapat menikmati suasana alam dengan sejuk. Pengunjung juga dapat menyaksikan biota laut yang hidup di antara akar-akar bakau. Seperti ikan, kerang dan kepiting. Kemudian di balik semak bakau, akan dijumpai kelompok burung bangau berwarna putih.
SABTU, 04 Desember /Editor : ME. Bijo Dirajo / Jurnalis : Rustam / Foto: Rustam
Lihat juga...