Luhut Pandjaitan : Jangan Chalenge Saya, Saya Tentara.

Luhut Binsar Pandjaitan
NASIONAL—Setelah beredar rekaman percakapan “Papa Minta Pulsa” dimana nama Luhut Binsar Pandjaitan disebut berkali-kali oleh Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Reza Chalid dan Presdir PT Freeport, Maroef Sjamsuddin, sehingga muncul polemik tentang dugaan adanya konspirasi para “Papa” kelas atas ini.
Menjawab segala dugaan yang beredar, hari ini, Jum’at (11/12/2015)  Luhut Binsar Pandjaitan angkat bicara dihadapan awak media cetak dan elektronik yang juga disiarkan langsung oleh beberapa stasiun televisi. 
Perihal perpanjangan kontrak Freeport, Menko Polhukam ini berkali-kali menegaskan bahwa perpanjangan hanya bisa dilakukan pada tahun 2019. Sedangkan mengenai hubungan antara dirinya dan Reza Chalid, Luhut menyampaikan bahwa ia kenal Reza sebagai kawan lama dan ia merasa memiliki hak untuk berkawan dengan siapa saja. (Baca : Luhut Pandjaitan : Saya Mau Beri Contoh Tentang Pertemanan)
“Saya dan Pak Novanto juga kenal baik. Dia (Setya Novanto) banyak membantu agar hubungan antara parlemen dan pemerintah tetap baik,” lanjut Luhut untuk menegaskan masalah hubungannya dengan Reza juga Setya Novanto. 
Sebagai Purnawirawan TNI, dalam jumpa persnya Luhut memperlihatkan sikap tegas seorang tentara, terutama gaya bicaranya. Dan ia bahkan menegaskan kepada awak media bahwa ia pasti akan datang jika dipanggil MKD.
“Jangan chalenge saya, saya tentara. Saya menghadapi kematian saja tidak takut apalagi ini,” tegasnya sambil menekankan bahwa jalannya Sidang MKD nantinya akan terbuka, karena Luhut merasa tidak ada yang perlu ditutup-tutupi. Setelah sebelumnya ia menyampaikan bahwa ia sengaja mengundang Anggota MKD dan ia menyapaikan terimakasih bagi yang datang memenuhi undangannya. (Baca : Luhut Pandjaitan : Polemik Ini Ganggu Keluarga Saya)
Jum’at, 11 Desember 2015/Penulis: Sari Puspita Ayu/Sumber Foto: Sari Puspita Ayu


Lihat juga...