Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surabaya Gelar Sosialisasi Hepatitis A

Rabu, 16 Desember 2015 / Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Sari Puspita Ayu


SURABAYA—Virus Hepatitis A yang baru-baru ini menyerang mahasiswa IPB, mengusik hati nurani mahasiswa Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya untuk mengadakan aksi sosialisasi terkait penyebab dan cara penularan Hepatitis A pada mahasiswa dan masyarakat umum.
Koordinator aksi, Ayu Setiowati mahasiswa D3 Keperawatan mengaku prihatin dan turut berbela sungkawa terhadap teman mahasiswanya di IPB.
“Selain itu kami menghimbau masyarakat dan mahasiswa UM agar selalu menjaga kebersihan diri dan lingkungan, supaya tidak terjangkit penyakit hepatitis A ini,” terangnya kepada Cendana News, Rabu (16/10/2015).
Contoh kasus di Surabaya, yakni di SMPN 29 Surabaya dan SMP Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Dilaporkan, lebih dari 10 anak terjangkit penyakit Hepatitis A 
“Cara penularan penyakit Hepatitis A, bisa melalui kontak langsung, meminjam barang pribadi misalnya handuk, sendok, baju, serta bisa melalui organ dalam seperti air liur dan hubungan sex dengan penderita,” jelasnya.
Selain mengadakan aksi, para mahasiswa ini juga mengadakan sosialisasi terkait penyakit Hepatitis A, mulai dari penyebabnya, cara penularannya dan tingkat kesembuhannya kepada mahasiswa dan pedagang dikantin di dalam lingkungan kampus UM Surabaya. Salah satu upaya paling mudah untuk menghindari penularan yaitu, dengan membawa peralatan makanan sendiri misalnya sendok atau garpu. Hal ini bisa menekan penularan penyakit.
“Cara mengobati yang tepat untuk penderita Hepatitis A yaitu dengan memeriksakan diri ke dokter sebelum parah. Serta menjaga pola makan sehat, asupan yang bergizi dan beristirahat total,” ucap mahasiswi semester satu ini.
Ia menambahkan, meskipun pengobatan mampu menyembuhkan. Tetapi, lebih baik mencegah daripada mengobati. Pencegahan yang bisa dilakukan yaitu vaksinasi, pola hidup sehat, menjaga kebersihan diri dan sanitasi lingkungan, dan tidak memakan makanan sembarangan.
“Hepatitis A bisa menyebabkan kematian jika sistem kekebalan tubuh si penderita dalam keadaan lemah. Selama 2 – 6 minggu, penderita akan letih, lemah, lesu, lunglai dan muntaber. Jika hal ini berkelanjutan dan tidak ditangani secara benar, bisa menimbulkan kematian,” pungkasnya.

Sumber foto: Charolin Pebrianti
Lihat juga...