Mahasiswa Universitas Surabaya Ciptakan ‘Clever Darts’

Rabu, 16 Desember 2015 / Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Gani Khair


SURABAYA—Bermain sambil belajar menjadi pilihan anak-anak usia sekolah. Kini belajar tidak hanya duduk, mendengarkan guru, dan membaca buku, tetapi juga bisa dilakukan sambil bermain. Empat orang mahasiswa Universitas Surabaya (Ubaya) menciptakan permainan ‘Clever Darts’. Keempat mahasiswa tersebut, Abi Zennapaty, Ali Al-Hureiby, Aisyah Wida Sari, dan Irma Novia Pohan mahasiswa Jurusan Teknik Industri Fakultas Teknik Ubaya.
Ketua tim, Abi Zennapaty menjelaskan ada dua level dalam permainan Clever Darts ini. Level pertama untuk siswa kelas 1-3 Sekolah Dasar, dan level kedua untuk siswa kelas 4-6.
“Level pertama belajar pecahan, pengurangan, dan pertambahan. Sedangkan level kedua, selain belajar pecahan, juga belajar perkalian, pembagian, pengurangan dan pertambahan,” terangnya kepada Cendana News Rabu (16/12/2015).

Bentuk dari permainan Clever Darts ini terdapat kayu penyangga dengan sasaran lempar, selain itu ada kayu untuk tempat menempatkan ‘gaco’ atau biji untuk penentuan pemenang permainan.
“Setiap pemain diberi tiga kali kesempatan, setiap satu kesempatan ada tiga kali melempar,” ujarnya.
Selain ada sasaran, juga terdapat deretan kayu berwarna sebagai tempat gaco, warna hijau untuk satuan, warna biru untuk puluhan, kuning untuk ratusan.
“Jika deretan kayu dan jumlah nilai yang paling tinggi, itulah yang menjadi pemenang,” katanya.
Dalam permainan ini, ada 2 pemain dengan masing-masing satu pemain mendapat tiga kali kesempatan. Setiap kesempatan, ada tiga kali pelemparan. Setiap satu kali melempar, tiap pemain mendapat satu poin plus untuk memulai permainan. Tiap kali bermain, satu kali pelemparan, misal mendapat angka 15 maka menempatkan satu gaco dikayu biru untuk puluhan dan lima gaco di kayu hijau untuk satuan.

“Selain belajar berhitung, anak-anak juga bisa belajar mengatur strategi untuk menang,” tandas mahasiswa semester tujuh ini.
Prototype permainan ini pernah diuji cobakan di SD Petra 9 Surabaya. Anak-anak saat awal memulai permainan mengaku bingung. Namun, seiring seringnya bermain, anak-anak mengaku senang dan semakin semangat belajar matematika.
“Tapi, kami terkendala harga. Harga jual bisa mencapai Rp 300 ribu, tentu harga tersebut lumayan mahal bagi pihak sekolah,” tegasnya.
Dalam memainkan Clever Darts ini masih membutuhkan pendamping untuk mengarahkan anak-anak dalam belajar matematika. Disetiap sasaran darts ini ketika angkanya dijumlahkan paling banyak 999. Pemilihan angka tersebut dibantu oleh Prof. Hazrul Iswadi, dosen pembimbing dari keempat mahasiswa ini.
“Untuk desain sasaran, kami memilih pie dan pizza karena bentuknya bulat. Dan penempatan nilai paling besar ada ditengah, karena paling susah untuk menjadi target,” paparnya.
Hasil karya keempat mahasiswa kreatif ini merupakan tugas dari kerja praktek satu yang berisi simulasi menjadi pengusaha yang memiliki pabrik, karyawan dan produk.

Bahan yang digunakan untuk membuat permainan ini, yaitu kayu multiplek, dowel, triplek, magnet lembaran, kabel, saklar, lampu, spons, bulu unggas, baut, magnet, lem, roda, cat, vilcro dan kertas art.
“Diameter lempeng untuk sasaran 50 cm, dan untuk lampu menggunakan fikro yang menggunakan daya listrik baterai,” ucapnya.
Ia berharap dengan adanya permainan ini bisa menjadi permainan yang kompetitif. Dan anak-anak tidak terpaku pada gadget, supaya lebih suka dan tertarik permainan tradisional, supaya lebih interaktif dan aktif sosialisasi dengan teman-teman seusianya.
“Harapan kedepannya, supaya permainan ini bisa diterima di masyarakat dan juga harganya bisa lebih murah,” tutupnya.

Sumber foto: Charolin Pebrianti

Lihat juga...