Manggarai Siap Realisasikan Hibah Air Minum APBN 2016 untuk 1.300 Rumah

Direktur PDAM Tirta Komodo Kabupaten Manggarai, Klemens Man
MANGGARAI—Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) siap merealisasikan proyek Hibah Air Minum APBN tahun 2016 dengan angka target mencapai lebih dari seribu sambungan rumah. Jumlah tersebut jauh melampaui target sebelumnya pada tahun 2015. Hal ini disampaikan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) setempat melalui Direktur Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Komodo, Klemens Man di Ruteng, Kamis (3/12/2015).
“Tahun 2016, Perda-nya sudah ada. Itu sekitar 4 miliar rupiah. Targetnya untuk sekitar 1.300 sambungan rumah. Ini lebih banyak daripada tahun 2015,” ungkapnya kepada Cendana News.
Peningkatan jumlah target sambungan pada tahun 2016 ini, kata Klemens, tidak terlepas dari prestasi kerja yang ditunjukkan pihaknya bersama Pemda Kabupaten Manggarai sebelumnya. Hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan Kabupaten Manggarai telah berhasil menuntaskan seluruh target sambungan rumah pada tahun 2015. Seluruhnya tersebar pada beberapa desa di tiga kecamatan, Wae Ri’i, Langke Rembong dan Satarmese Barat.
“Ini karena kita ada prestasi, kita bisa selesaikan semua sambungan dengan baik. Kita sudah diaudit oleh BPK tanggal 28 November lalu. Mereka 10 hari di sini. Sudah selesai diaudit. Sehingga Pemerintah Pusat memberikan ungkap Klemens bangga kepada Pemerintah Daerah Manggarai karena bisa menyelesaikan dengan baik,” tutur Klemens bangga.
Klemens menyebut Pemda memiliki komitmen besar untuk memberikan pelayanan air bersih secara optimal kepada sebanyak mungkin warga masyarakat Manggarai. Hal ini dibuktikan dengan diterbitkannya Perda untuk memastikan besar dana talangan. Sebelumnya Klemens mengakui khwatir program Hibah Air Minum APBN untuk Kabupaten Manggarai terkendala persediaan dana talangan di APBD. “Makanya harus di-Perda-kan supaya ada jaminan komitmen Pemerintah Daerah dan DPR,” imbuhnya.
Pada tahun 2016 ini, program Hibah Air Minum APBN untuk Kabupaten Manggarai ditargetkan akan menjangkaui warga masyarakat di enam kecamatan. Keenam kecamatan tersebut adalah Reok, Cibal, Wae Ri’i, Ruteng, Satarmese Barat dan Kecamatan Satarmese. “Data-datanya sudah kita kirim ke Pusat. Nanti mereka datang sendiri verifikasi,” ujar Klemens.

Kamis, 3 Desember 2015/Jurnalis : Fonsi Econg/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Fonsi Econg

Lihat juga...