Manisnya Pisang Mas dari Lereng Gunung Merapi

SABTU, 26 DESEMBER 2015
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Sepanjang Jalan Kaliurang, Desa Pakem, Sleman, DI. Yogyakarta, deretan lapak penjual pisang khas lereng Gunung Merapi bisa ditemui dengan mudah. Pisang berukuran kecil-kecil dengan warna kulit kuning cerah itu begitu menawan, sehingga banyak pengguna jalan terpikat untuk membelinya.


Pisang Mas Merapi, begitu nama populernya, sejak puluhan tahun lalu sudah dikenal sebagai salah satu buah berasa manis kesat oleh-oleh khas dari obyek wisata alam Kaliurang dan Gunung Merapi. Pisang itu seperti tak kenal musim. Selalu ada pada setiap harinya, kendati tentu saja jumlah dan harganya tak sama di setiap bulannya. Di saat agak langka karena belum masuk panen raya, pisang mas merapi bisa mahal harganya.
Di musim liburan kali ini, pisang mas menjadi buruan wisatawan domestik dari berbagai daerah. Ukuran pisangnya yang kecil-kecil itu membuatnya bagai camilan yang mengasyikkan ketika dikunyah. Maka, tidak heran, jika satu tandan pisang mas bisa langsung habis disantap satu keluarga ketika sedang dalam sebuah perjalanan tamasya. Sementara itu bagi pedagangnya, banyaknya wisatawan yang menyukai pisang mas menjadi berkah tersendiri. Apalagi, di musim liburan seperti sekarang.
Pedang pisang asal Desa Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, yang sehari-harinya membuka lapak di Jalan Kaliuramg KM 17, Pakem, Sleman, Ny. Parno, ditemui Sabtu (26/12/2015), mengatakan, sejak liburan ini omsetnya naik 50 Persen atau sekitar Rp 1 Juta lebih dibanding hari biasanya. 
Menurutnya, wisatawan banyak yang mencari pisang mas khas lereng Gunung Merapi. Padahal, Parno tidak hanya menjual pisamg mas saja. Melainkan, juga pisang ambon, pisang raja dan pisang kepok. Harga yang ditawarnakan cukup bariatuf, mulai dari yang paling murah sebesad Rp. 25.000 sampai Rp. 250.000.
Pisang Mas yang menjadi primadona buah tangan dari Gunung Merapi yang dijual Parno, didatangkan dari sejumlah petani pisang tradisional di kawasan lereng gunung tersebut, seperti dari Boyolali dan Klaten di Jawa Tengah dan Sleman. Parno mengatakan, pisang-pisang itu selalu ada di setiap harinya. Tidak tergantung musim. Hanya di musim kemarau jumlahnya agak sedikit, namun harga tetap sama tidak ada kenaikan. 
Lihat juga...