Masuki Musim Durian, Pedagang Musiman Mulai Menjamur di Lampung

Pedagang sedang membelah durian
LAMPUNG — Musim durian yang ditunggu pecinta buah sudah mulai terlihat di Provinsi Lampung. Beberapa penjual dadakan bahkan mulai menjajakan dagangan dengan berbagai cara, diantaranya membuat lapak pinggir jalan, berdagang keliling hingga menjual langsung di kebun.
Meski pedagang musiman sudah menjamur, namun saat ini pasokan masih sedikit karena belum memasuki puncaknya yang diperkirakan akan terjadi pada akhir tahun 2015.
“Meski sudah ada musim durian namun belum banyak, durian yang saya jual keliling ini berasal dari Tanggamus karena di wilayah Lampung Selatan banyak yang belum masak,”ungkap salah satu pedagang, Joni kepada Cendana News, Jumat (04/12/2015).
Joni yang berjualan dengan menggunakan kendaraan roda dua dengan wadah dari bambu di kanan dan kiri kendaraannya mengaku membeli dari petani langsung  di kebun dan ditambah dari hasil kebun orangtuanya. Ia mengaku menjual durian dengan harga Rp.25ribu hingga Rp.50ribu berdasarkan ukuran.
“Kalau ukuran kecil lebih murah tapi ukuran yang besar dengan kualitas bagus rasa manis akan lebih mahal, tapi jika sedang puncak masa panen biasanya diberikan diskon kalau membeli dalam jumlah banyak,”ungkapnya.
Agar konsumen tidak kecewa, ia bahkan memperbolehkan pembeli mencicipi durian yang dijajakan dengan kendaraan roda dua miliknya, caranya dengan membuka bagian durian dengan pisau.
Saat musim durian belum mengalami masa puncak, harga durian masih terbilang tinggi. Namun saat puncak maka harga durian bisa mencapai harga hanya Rp.15ribu.
Berdasarkan pantauan Cendana News, pemilik kebun buah durian banyak terdapat di lereng Gunung Rajabasa Lampung Selatan, Kecamatan Ketibung, Kecamatan Kotagung Kabupaten Tanggamus. Saat musim puncak durian sebagian bahkan sudah dibeli oleh tengkulak sejak di pohon dengan rata rata harga Rp.5ribu perbuah.
“Kalau sedang musim durian petani biasanya menjual kepada tengkulak dalam keadaan setengah matang dan diperam dengan karbit,”ungkap Ahmad salah satu penjual durian.
Ia mengaku saat musim durian akan lebih baik membeli dari pemilik kebun untuk memperoleh durian dengan kualitas yang lebih baik. Sebab sebagian durian yang dijual pedagang di pinggir jalan dengan cara digantung atau dihamparkan dijual dalam kondisi matang karena diperam sehingga kualitas rasanya berbeda dengan durian matang di pohon.
Buah durian yang memiliki cita rasa khas tersebut pada saat musim puncak oleh sebagian warga Lampung digunakan sebagai bahan pembuatan kue. Kue dengan cita rasa durian tersebut diantaranya brownies, bolu dan berbagai jenis minuman. Sementara untuk kualitas durian yang cukup jelek untuk dikonsumsi dalam keadaan segar dimanfaatkan untuk pembuatan sambal durian yang diawetkan diberi nama sambal tempoyak.
Jumat, 04 Desember / Editor : ME. Bijo Dirajo / Jurnalis : Henk Widi / Foto: Henk Widi
Lihat juga...