Memperingati Hari Ibu, Jam Kerja Pekerja Perempuan di Kendari Dikurangi

SELASA, 22 DESEMBER 2015
Jurnalis: Rustam / Editor: Sari Puspita Ayu / Foto: Rustam
KENDARI—Cucuran keringat yang membasahi wajahnya tidak menjadi halangan untuk terus mengawasi ikan bakarnya. Bara api yang mengeluarkan panas tidak dirasakan.

Iko

Dia terus mengipas hingga akhirnya ikan tersebut matang di atas bara api. Setelah matang, lalu di bawa masuk ke dalam rumah makan untuk disajikan kepada pengunjung Rumah Makan Ikan Bakar Nurilaahi.
Iko karyawan RM Ikan Bakar Nurilaahi, menjelaskan porsi kerja karyawan perempuan hari ini dikurangi, sehubungan dengan peringatan Hari Ibu pada hari ini. Ia menambahkan, hari ini pekerja perempuan yang berjumlahh 7 orang hanya diberi tanggung jawab melayani konsumen sementara pekerjaan lainnya dikerjakan oleh pekerja laki-laki. 
“Ini perintah bos, sebagai bentuk penghormatan kepada pekerja perempuan saat merayakan Hari Ibu,” jelasnya saat ditemui wartawan Cendana News di bilangan By Pass Kota Kendari, Selasa (22/12/2015).
Pemandangan yang sama di salah satu warung ikan bandeng Maros yang letaknya masih di seputaran By Pass Kendari. H.Ilhamuddin selaku pemilik warung, hari ini turun langsung ikut bekerja di warungnya yang seharusnya pekerjaan tersebut dikerjakan oleh pekerja perempuan. 
“Hari ini peringatan Hari Ibu. Sebagai bentuk penghargaan, saya turun langsung bakar ikan. Padahal biasanya ada karyawan perempuan lain yang bakar ikan,” ujarnya.
Dari perbincangan dengan H. Ilhamuddin, tidak semua masyarakat Indonesia tahu tentang peringatan Hari Ibu, sehingga sedikit juga yang tahu apa yang harus dilakukan kepada para pekerja perempuan di tempat kerja. H. Ilhamuddin pun mengakui, ia tahu tentang adanya perlakuan istimewa bagi kaum perempuan atau pekerja perempuan di Hari Ibu setelah melihat acara televisi. 
Sungguhpun demikian, dengan pengetahuan yang terbatas, Ilhamuddin mampu memahami bahwa pekerja perempuan memang sudah sepantasnya mendapatkan perlakuan istimewa karena mereka mengalami masa-masa berat selama bekerja, seperti datang bulan setiap bulannya yang bagi sebagian pekerja perempuan hal tersebut menimbulkan rasa sakit luar biasa, belum lagi pekerja perempuan yang sudah menikah, kadang mereka memilih tetap bekerja walaupun dalam keadaan hamil. 
Menururnya, perlakuan istimewa dengan mengurangi jam kerja pekerja perempuan di Hari Ibu adalah hal yang baik sebagai bentuk hormat kepada kaum perempuan terutama seorang ibu, karena kasih ibu tak bisa diganti oleh apapun. 
Berbeda dengan Iko dan H. Ilhamuddin, ketika Cendana News menjumpai salah satu warga di Kelurahan Bonggoeya, Kecamatan Wua-Wua. Iwan, demikian namanya, ia mengaku tak tahu menahu perihal bahwa hari ini adalah Hari Ibu dengan alasan saat sekolah bisa selalu ingat, tapi sekarang tidak lagi karena sudah kehilangan seorang ibu sejak tahun 1996. 
Walaupun Iwan tidak merayakan secara khusus seperti Iko dan H. Ilhamuddin, tetapi Iwan menyampaikan rasa hormat dan cintanya pada seorang Ibu khususnya dan kaum perempuan pada umumnya. Sama dengan H. Ilhamuddin, Iwan pun menyepakati bahwa kasih ibu sepanjang masa kepada anak-anaknya. 
Ia mengaku punya cara sendiri dalam menghargai seorang Ibu dan atau perempuan yaitu dengan memperlakukan mereka secara baik, tidak melakukan tindakan-tindakan yang mampu melukai fisik maupun perasaan. 
Selamat Hari Ibu !
Lihat juga...