Menjelang Tahun Baru Kabupaten Bantul Lakukan Razia Makanan Kadaluwarsa

Anit Jauzaa’ Karyatni


YOGYAKARTA — Tingkat konsumsi masyarakat terhadap beragam makanan ringan, minuman kemasan dan sejenisnya, kian meningkat setiap menjelang tahun baru dan natal. Untuk menghindari hal-hal tak diinginkan seperti keracunan makanan kedaluarsa, dinas terkait mulai menggelar razia makanan kedaluarsa di sejumlah warung, toko dan mini market.
Tim Gabungan terdiri dari jajaran petugas Puskesmas 1 Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Kepolisian Sektor Sedayu, Koramil dan Kecamatan setempat, Senin (14/12/2015), menggelar sidak makanan kedaluarsa di sejumlah toko, mini market dan warung makan di kawasan Kecamatan Sedayu. Sidak digelar mulai dari Jalan Wates KM 10, Sedayu, Bantul, dan sejumlah dusun yang disinyalir kerap terdapat makanan kedaluarsa, seperti di Dusun Kemusuk Lor, Argomulyo Sedayu, Bantul, Yogyakarta.
Dalam sidak tersebut, tim menemukan sejumlah makanan kedaluarsa dan sudah rusak masih berada di etalase penjualan di sebuah mini market milik warga di Komplek Pasar Nulis, Dusun Kemusuk Lor, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta. Kecuali makanan kemasan yang sudah kedaluarsa, tim juga menemukan beberapa jenis makanan ringan kemasan pabrik yang tanpa label kedaluarsa. Bahkan, makanan ringan atau camilan didapati sudah mulai berjamur.

Ipda Agus Supraja

Anit Jauzaa’ Karyatni, Tim Sidak dari Kecamatan Sedayu mengatakan, dalam sidak tersebut pihaknya juga menemukan makanan yang dikemas dalam karung, sementara di sekitarnya terdapat kotoran tikus. Hal itu, menurutnya, akan menimbulkan kerentanan akan terjadinya makanan yang terkontaminasi virus dan bakteri. Selain itu, pihaknya juga menemukan sejumlah warung makan yang masih tidak memperhatikan kebersihan, sampah dibiarkan menumpuk sehingga menimbulkan bau tidak sedap dan banyak lalat. Juga masih ada warung makan yang tidak higienis ketika mencuci piring dan dan gelas.
Dalam jangka panjang, kata Anit, makanan kedaluarsa bisa menimbulkan berbagai penyakit seperti kanker. Apalagi bagi anak kecil yang masih lemah organ pencernaannya, bisa langsung mengalami gangguan pencernaan dan lambung, bahkan keracunan. Karena itu, katanya, pihaknya selama beberapa tahun terakhir ini rutin mengadakan razia makanan kedaluarsa untuk melindungi warga masyarakat.
Senada dengan itu, Pasi Binmas Polsek Sedayu, Ipda Agus Supraja, yang turut dalam razia mengungkapkan, razia makanan kedaluarsa di wilayahnya sudah rutin dilakukan oleh petugas Puskemas 1 Sedayu, berkolaborasi dengan Kepolisian dan TNI dalam hal ini Koramil Sedayu dan Kecamatan,  sebagai upaya mencegah peredaran makanan kedaluarsa yang bisa membahayakan masyarakat. Dalam hal penindakan, katanya, selama ini pihaknya masih sekedar mengirimkan surat teguran dan terus memantau agar tidak sampai terjadi korban. “Sejauh ini, razia dilakukan sebagai upaya preventif”, katanya.
Sementara itu, Kasubag TU Puskesmas 1 Sedayu, Alim Muhtar, menegaskan, jika bahaya makanan kedaluarsa terutama makanan yang mengandung santan bisa sangat membahayakan. Namun demikian, katanya, selama dalam setahun ini belum pernah ada laporan terjadinya keracunan di wilayahnya.

Senin, 14 Desember 2015/Jurnalis: Koko/Editor: Gani Khair/Foto: Koko
Lihat juga...