Musim Hujan, Peternak di Lampung Waspadai Penyakit pada Hewan

LAMPUNG — Curah hujan yang cukup tinggi sudah mulai mengguyur sebagian besar wilayah Provinsi Lampung. Menyikapi hal tersebut, Dinas Peternakan Lampung Selatan mengeluarkan himbauan kepada para pemilik unggas untuk mewaspadai ganggguan pada ternak, khususnya jenis unggas.
Sejumlah penyakit yang sering terjadi pada unggas karena perubahan iklim dari musim panas ke hujan, antara lain Tetelo, New Castle Diseases (NVD), pileren dan penyakit mematikan flu burung avian influenza (AI) . 
“Musim penghujan ini suhu udara lebih dingin, dan sedikit ada sinar matahari. Sebaiknya kandang sering dibersihkan dan saat ada sinar matahari kandang dibuka agar terkena sinar matahari langsung,” kata Kepala Dinas Peternakan Lampung Selatan Cecep Khaerudin Sabtu (05/12/2015). 
Selain menjaga kebersihan lingkungan dan suhu udara kandang, pihaknya juga menyarankan untuk menjaga kualitas pakan ternak dan menjaga ketersediaan pakan bagi ternak. 
“Pakan berkualitas ini tentunya yang memenuhi unsur protein, karbohidrat dan vitamin tinggi. Agar ternak sehat dan tidak mudah terserang penyakit,” ujar mantan kepala dinas perikanan Lampung Selatan tersebut. 
Sementara untuk mengantisipasi penyakit unggas seperti seperti Tetelo, New Castle Diseases (NVD), dan pileren ia meminta agar para peternak dapat melaporkan setiap kejadian pada Puskesmas Hewan terdekat. Agar petugas lapangan Dinas Peternakan dapat mengantisipasi penyebarannya.
“Untuk pencegahan awal peternak dapat memberikan vitamin C pada unggas untuk memberikan daya tahan kepada unggas,” pungkasnya. 
Menurutnya, kandang unggas pada musim hujan biasanya lembab dan becek. Sehingga menimbulkan bau tak sedap. Hal ini rentan sekali menjadi sarang berkembangbiak virus AI.
Kepada peternak ia pun menghimbau agar kotoran hewan jangan sampai dibuang sembarangan. Semestinya, lanjutnya, kotoran hewan dikumpulkan di tempat khusus atau dibuatkan lubang lalu ditimbun dengan tanah.
“Mengumpulkan kotoran hewan justru lebih bermanfaat, bisa diambil untuk pupuk sawah ladang. Jadi, jangan sampai kotoran hewan dibuang sembarangan karena bisa terbawa air hujan dan menjadi sarang bibit penyakit,”lanjutnya.
Sejauh ini, pihaknya belum mendapatkan laporan adanya temuan kasus ayam mati mendadak pada musim peralihan cuaca tahun ini.
“Kita belum dapat laporan. Kalau toh ada, pasti langsung kami tangani dengan pemeriksaan di laboratorium. Petugas PDSR juga sudah siap mengantisipasinya,”ujarnya.
Pantauan Cendana News, beberapa pemilik unggas di Lampung Selatan mulai kuatir dengan beberapa ekor ayam yang mati mendadak setelah beberapa minggu hujan turun. Gejala unggas tak mau makan dan kemudian mati diduga karena tak tahan menghadapi cuaca. Tak hanya unggas, peternak hewan jenis kambing pun mulai waspada dengan turunnya hujan.
“Selain dingin dan cuaca kurang baik, jika tak diperhatikan jenis asupan pakan maka kambing atau sapi rentan penyakit terutama setelah musim hujan ini,”ujar Tantio pemilik ternak kambing warga Penengahan.
Penyakit tersebut biasanya diakibatkan perubahan cuaca dan jenis pakan rumput yang masih muda paska hujan turun terutama rumput muda yang mengakibatkan mencret pada ternak. Cara mengantisipasinya selama musim hujan mulai turun ia mengaku mengandangkan hewannya dan memberi asupan pakan yang tepat dan memberi vitamin yang diramu dari obat tradisional.
SABTU, 04 Desember / Editor : ME. Bijo Dirajo / Jurnalis : Henk Widi / Foto: Henk Widi
Lihat juga...