Omzet Pedagang Alat Keselamatan Kerja Turun 70 Persen

BALIKPAPAN — Melambatnya ekonomi di tahun ini dan lesunya industri batu bara di Kalimantan Timur ternyata berdampak pada omzet pedagang alat keselamatan kerja. Dalam satu tahun terakhir penjualan semakin menurun sampai 70 persen. 
“Biasa sebulan bisa jual 70 – 80 pasang sepatu safety. Sekarang 20 pasang saja sudah beruntung,” sebut seorang pemilik kios alat keselamatan kerja, Anam saat ditemui di Pasar Kebun Sayur kota Balikpapan, Rabu (09/12/2015).
Menurutnya, tren kenaikan penjualan yang naik tipis itu didorong oleh kegiatan sejumlah proyek yang mulai bergerak. 
“Awal tahun masih bagus, mulai parah April kemarin sampai September. Saat itu, tiba-tiba tagihan kami ke perusahaan langganan macet,” ulasnya.
Anam mengatakan, pada periode Oktober-November mulai ada peningkatan penjualan karena proyek-proyek pembangunan berjalan. 
“Kenaikannya sangat sedikit, tapi lebih baik dari pada enggak sama sekali,” ujarnya.
Hal yang sama juga dikatakan Muhammad Sopiul. Menurutnya, tahun lalu setiap bulannya ada 4 perusahaan melakukan pembelian. Masing-masing perusahaan membeli sedikitnya 80 pasang sepatu. 
“Namun saat ini yang kami andalkan sekarang konsumen perorangan,” terangnya.
Tidak hanya sepinya pembeli, Sopiul mengatakan produknya juga dihadapkan pada kenaikan harga. Dengan kisaran mulai Rp.15 ribu hingga Rp.30 ribu tergantung jenis sepatu dan merek.
Iapun yakin krisis tahun ini sebagai badai terbesar bagi usahanya. Bahkan lebih dahsat dari krisis tahun 1997 silam.
 “Krisis tahun 1997 justru enggak pengaruh, daerah lain sudah sulit bisnis kami justru lebih baik. Baru sekarang ini betul-betul sepi, yah, namanya juga lagi masanya memang sulit,” lirihnya.
Sopiul mengharapkan tahun depan ekonomi akan lebih baik dan akan bergerak naik, agar permintaan juga mengalami kenaikan dari tahun sebelumnya. 
RABU, 09 Desember / Jurnalis : Ferry Cahyanti / Foto: Ferry Cahyanti / Editor : ME. Bijo Dirajo 
Lihat juga...