Pakon dan Monopilih, Ajarkan Tentang Kebutuhan dan Keinginan

Mahasiswa UKWM pembuat permainan pakon dan monopilih
SURABAYA — Pertanyaan Dakon (Pakon) dan Monopoli Memilih (Monopilih) merupakan dua permainan yang berhasil dimodifikasi oleh empat orang mahasiswi Universitas Katolik Widya Mandala (UKWM) Surabaya.
Mahasiswa Fakultas Bisnis sekaligus ketua Tim, Ade Ayu Anantaya menjelaskan, kedua permainan tersebut untuk mengajarkan mana kebutuhan dan keinginan.
“Permainan pakon dan monopilih ini sangat cocok untuk siswa SD kelas 3-6. Dimana di usia tersebut, anak-anak perlu diberi pendidikan mengenai keuangan,” terangnya kepada Cendana News, Senin (7/12/2015).
Ia menambahkan, permainan ini berhasil meraih penghargaan Program Kreativitas Mahasiswa Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM-M) dari Dikti tahun 2015, dengan program ‘Pelatihan Kecakapan Keuangan Melalui Metode Permainan Monopilih dan Pakon di Kampung Anak’.
Tim yang terdiri dari empat orang ini, diketuai oleh Ade Ayu Anantaya, dan anggotanya, Agatha Audiana Soesilo, Ruth Marshella Ardyanto dan Indira Mustika.
“Kami memilih permainan pakon dan monopilih ini karena dari metodenya kita bisa belajar untuk berhitung, bahkan menabung,” tukasnya.
Disebutkan, lama pembuatan kedua permainan ini membutuhkan waktu 2-3 bulan. Cara bermain Pakon sama seperti bermain dakon (congklak) pada umumnya, namun disetiap akhir biji dakon ada pertanyaan yang harus dijawab oleh para pemain.
“Kalau permainan monopilih, sedikit berbeda dengan monopoli pada umumnya, karena monopilih ada jeda berhenti untuk para pemain sekaligus mengajarkan tentang pengelolaan keuangan,” pungkasnya.
SENIN, 07 Desember / urnalis : Charolin Pebrianti / Foto: Charolin Pebrianti / Editor : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...