Pasar Tradisional Direnovasi, Pedagang Terpaksa Berjualan di Jalan

Jalan pasar ditutup untuk kendaraan roda empat
LAMPUNG — Renovasi pasar tradisional Sidomulyo Kabupaten Lampung Selatan yang tidak disertai dengan pasar sementara menyebabkan aktivitas jual beli terpaksa dilaksanakan di pinggir jalan yang menyebabkan penyempitan dan kendaraan roda empat terpaksa mengambil jalur lain.
“Sementara ditutup sambil menunggu pasar direnovasi dan los los penampungan sementara memang ada di jalan, sehingga hanya bisa dilalui kendaraan roda dua, “ungkap Suhindar (34) salah satu pedagang kelontongan di pasar Sidomulyo saat ditemui Cendana News, Senin (07/12/2015).
Suhindar mengakui, dampak dari pembangunan pasar Kecamatan Sidomulyo, Lampung Selatan, kendaraan roda empat yang ingin melintas harus memutar arah. Pasalnya, jalan menuju Kecamatan Way Panji tersebut digunakan untuk penampungan sementara bagi pedagang di pasar tersebut.
Sementara itu, Kepala Unit Pelaksana Tekhnis (UPT) Dinas Perdagangan dan Pasar Kecamatan Sidomulyo Alyas menjelaskan, penggunaan badan jalan untuk tempat berjualan pedagang dikarenakan tidak adanya pasar penampung karena proyek dari dana APBN Kementerian Perdagangan RI sebesar Rp10 miliar.
“Penggunaan badan jalan terpaksa dilakukan karena tidak ada lokasi lain yang digunakan untuk penampungan sementara pedagang. Mereka ditempatkan dibangunan sementara dan lokasinya menggunakan jalan umum. Terpaksa, bagi pengendara yang biasa lewat jalan tersebut harus menggunakan jalan alternatif. Namun bagi pengendara sepeda motor masih bisa melintas,”  ungkap Alyas.
Dia mengatakan pedagang akan kembali menempati lokasi pasar yang baru setelah pembangunan selesai. Nantinya pasar Sidomulyo akan menjadi pasar tradisional modern satu-satunya di Lampung Selatan dan menjadi percontohan.
Masyarakat Sidomulyo dan sekitarnya mengaku menyambut positif pembangunan pasar baru tersebut karena bisa mendongkrak perekonomian di wilayah tersebut. Selama ini sebelum direnovasi pasar Sidomulyo terkesan kumuh bahkan lokasi yang kini dibangun pasar yang direnovasi digunakan pedagang sebagai pembuangan sampah sementara yang mengakibatkan bau tak sedap dan mengakibatkan lalat beterbangan.
Setelah proses renovasi, petugas kebersihan kini mulai menggunakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) akhir yang berada di Rantau Minyak Kecamatan Candipuro. Pasar tradisonal Sidomulyo berdasarkan pantauan Cendana News tumbuh dan berkembang menjadi pusat perekonomian di Lampung Selatan dan memberi dampak positif bagi masyarakat. Perkembangan tersebut bahjan terlihat dari banyaknya bank swasta berdiri di area Pasar Sidomulyo yang bahkan di ibukota Kabupaten Lampung Selatan, Kalianda pun hingga kini tak ada kantor bank swasta yang diperlukan masyarakat.
Keberadaan pasar yang sangat penting bagi sekitar empat kecamatan di Lampung Selatan yakni Kecamatan Candipuro, Kecamatan Way Panji, Kecamatan Sidomulyo dan Kecamatan Kalianda tersebut sudah berpuluh puluh tahun sehingga pemerintah setempat melakukan renovasi untuk memberi kenyamanan kepada para pedagang tradisional. 
SENIN, 07 Desember / Jurnalis : Henk Widi / Foto: Henk Widi / Editor : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...