Pasca Digusur, 70 KK Pedagang Masih Terlantar di Area Pasar Inpres

Pulahan Pedagang yang terlantar
AMBON — Pengungsi Pasar Lama Bilangan Jos Soedarso Kelurahan Honipopu Kecamatan Nusaniwe Kota Ambon, Provinsi Maluku, hingga Sabtu malam (5/12/2015), masih hidup terlantar di area bekas penggusuran Pasar Instruksi Presiden (Inpres) tersebut.
Dari penelusuran Cendana News, area seluas 5690 m² itu, kini dipagari dengan seng. Tampak, para pengungsi yang notabenenya pedagang yang sudah bertahun-tahun beraktivitas di Pasar Lama, harus kehilangan tempat jualan (lapak dan kios), akibat diratakan dengan tanah atas perintah Wali Kota Ambon, Richard Louhenapessy. Para anak, tidur lelap dengan beralaskan tikar di bawah tenda seadanya didampingi orang tua, tanpa mempedulikan kondisi kesehatan mereka.
Sebanyak 353 Kepala Keluarga (KK), yang adalah pedagang Pasar Lama tersebut,  kini sisa 70 KK yang masih hidup terlantar melantai di bekas area penggusuran pasar Inpres Kota Ambon, karena belum mendapatkan tempat tinggal.
Ny. Awa Pedang Pasar Lama Ambon
Ny. Awa, salah satu pedagang saat diwawancarai Cendana News Sabtu malam (5/12/2015) di bawah tenda pengungsi mengaku, dia bersama para pedagang yang kini terpaksa terlantar di area pasar lama, akibat kehilangan lapak dan kios, sampai sekarang masih mencari rumah kos untuk tinggal.
“Sebagian sudah kos, sisa 70 Kepala Keluarga tetap disini, karena masih mencari tempat tinggal,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kadas, yang juga pedagang Pasar Lama masih hidup terlantar di area Pasar Lama menyebut, dia bersama pedagang lainnya sudah kehilangan Lapak dan Kios, karena digusur, tapi Pemkot Ambon tidak menggantikan tempat untuk mereka.
“Saya dan teman-teman pedagang di Pasar Lama, kami belum dapat tempat tinggal untuk berjualan. Pemerintah Kota Ambon selesai menggusur kawasan ini, sampai sekarang belum memberikan tempat bagi kami. bisa lihat sendiri beginilah kondisi kami saat ini yang terpaksa hidup dengan tenda,” sesalnya.
Pemkot Ambon usai meratakan Pasar Lama demi pembangun atau perluasan Peti Kemas kawasan Pelabuhan Jos Soedarso, tidak memberikan solusi dengan cara menyediakan tempat kepada para pedagang.
Pasar Lama Kota Ambon ini, dibangun pada 1970 di era Orde Baru dalam hal ini, Presiden Ke II RI, Almarhum HM Soeharto.
Pemkot Ambon bekerjasama dengan PT Pelindo ingin membangun Peti Kemas, rela menggusur kawasan Pasar Inpres (Tradisional) itu, pada Senin (23/11/2015) rata dengan tanah. Ratusan pedagang tidak melakukan perlawanan dan hanya pasrah, saat kios dan lapak mereka digusur dengan alat berat. Mereka tidak bisa berbuat banyak, karena Pemkot Ambon dan PT Pelindo saat menggusur kawasan tersebut, menurunkan Anggota TNI dan Polri lengkap dengan senjata organik.
MINGGU, 06 Desember / Jurnalis : Samad Vanath Sallatalohy / Foto: Samad Vanath Sallatalohy / Editor : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...