PDAM Sikka Diminta Tingkatkan Pelayanan dan Tidak Merugikan Pelanggan

RABU, 30 DESEMBER 2015
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Air menjadi kebutuhan utama masyarakat di setiap wilayah. Warga Perumnas tepatnya di kelurahan Madawat kecamatan Alok kabupaten Sikka mengeluhkan pelayanan PDAM Sikka. Pasalnya, air di komplek mereka di jalan Melati hanya mengalir seminggu 3 kali itupun hanya satu jam saja.

Kantor PDAM kabupaten Sikka

Maria Lambert, warga Perumnas mengeluhkan hal ini saat ditemui wartawan di kediamannya, Minggu ( 27/12/2015 ). Dikatakan Maria, meski sudah musim hujan namun air dari pipa PDAM tidak juga lancar mengalir.hal inisring disampaikan warga perumahan ke PDAM namun hasilnya belum nampak.
“ Kami terpaksa membeli air dari mobil tangki dengan harga 140 ribu rupiah ukuran 5 ribu liter, Jika tidak maka kami pasti tidak bisa melakukan aktifitas apalagi ke kantor karena harus mandi. Jikahujan maka airhujan ditampung untuk dipakai mandi dan mencuci “ tuturnya.
Bupati Sikka, Drs. Yoseph Ansar Rera saat melantik Dirut PDAM, Ruben Soludale Selasa ( 9/12/2015) di aula FKUB Sikka juga mempesoalkan keluhan pelanggan dimana air sering tidak mengalir.Ansar sapaan bupati Sikka ini meminta agar PDAM menghitung kebutuhan pemakaian air di kota Maumere dan disesuaikan dengan jumlah pelanggan yang ada. Jika pasokan air berkurang tambah Ansar maka PDAM harus mencari solusi untuk mengatasinya.
“ Cari mata air sebanyak mungkin dan manfaatkan.Jangan sampai pelanggan merasa dirugikan. Sebagai perusahaan pelayanan publik hal ini harus menjadi perhatian “ tegasnya.
Selain itu, Ansar juga meminta agar PDAM menekan tingkat kebocoran yang terjadi selama ini. Kebocoran yang tinggi selama ini menyebabkan perusahaan daerah ini selalu mengalami kerugian. Dikatakan Ansar, manajemen harus memikirkan cara agar bisa memperbaiki kinerjanya dan menghasilkan keuntungan untuk meningkatkan pendapatan bagi daerah. Perusahaan air minum ini kata Ansar, selain fungsi sosial melayani masyarakat, juga dituntut meraih keuntungan.Harus ada upaya bersama antara pimpinan dan karyawan
Ruben Soludale
Dirut PDAM Sikka
untuk masa bakti tahun 2015 hingga 2019
“Tingkat kebocoran tinggi sebab ada masyarakat yang melubangi sendiri pipa dan memakai air sesuak hati.Seharusnya hal ini diketahui. Tapi apakah memang tidak diketahui atau jangan-jangan ada orang dalam yang bermain “ tutur bupati Ansar.
Demi meningkatkan pendapatan, bupati Ansar meminta agar selain menekan kebocoran, PDAM juga harus membenahi sarana yang ada terutama meteran sehingga bisa terpakai dengan baik.Selain itu Ansar juga meminta agar ada upaya untuk menaikan tarif  tapi harus didiskusikan dahulu dengan forum pelanggan.
Tarif yang berlaku saat ini sambung Ansar merupakan tarif lama.Perencanaan bisnis juga tambahnya harus dibuat.Kinerja PDAM sambung Ansar saat ini semakin baik yang ditandai dengan semakin banyak desa meminta agar PDAM masuk ke wilayahnya.Desa Hepang contoh Ansar, mereka meminta agar perusahaan daerah ini bisa beroperasi di sana.
“ Saya harapkan keluhan pelanggan semakin berkurang sehingga jika ada kenaikan tarif pelanggan tidak protes.Hal ini bisa dilakukan jika ada perbaikan kinerja “ tukasnya. 
Dirut PDAM, Ruben Soludale yang ditemui Cendana News usai acara mengatakan, dirinya masih melanjutkan program direktur lama yakni penegakan disiplin dan meningkatkan pelayanan. Tingkat kebocoran sejak awal dirinya menjabat sementara sebesar 35 persen saat ini tinggal 26 persen. 
Terkait keluhan pelanggan di perumnas Maumere yang sering airnya tidak mengalir, Ruben mengaku sedang mengatasinya. Kepuasan konsumen merupakan yang utama ujarnya tetapi PDAM lanjut Ruben berusaha dengan kemampuan yang dimiliki. Reservoar PDAM di Napunglangir bebernya harus diisi 8 jam dari 3 sumur pompa di Wailiti, Wolomarang dan pasar Alok hingga penuh baru  bisa alirkan. 
“Saat ini kami menyalurkan air selama 18 jam dan kami akan tingkatkan menjadi 20 jam sehari “ tutur Ruben.
Foto 1 :Kantor PDAM kabupaten Sikka. ( Foto ; Ebed de Rosary )
Foto 2 : Ruben Soludale, Dirtu PDAM Sikka untuk masa bakti tahun 2015 hingga 2019. ( Foto : Ebed de Rosary )
Lihat juga...