Pelaku UKM Pantai Kenjeran Harapkan Untung Besar Jelang Libur Panjang


SURABAYA—Pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) yang memproduksi kerajinan kerang di kawasan wisata Pantai Kenjeran Lama Surabaya berharap dapat keuntungan besar jelang libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Masulah (39 Tahun), warga Kenjeran yang setiap harinya berdagang perhiasan dan kerajinan dari kerang mengungkapkan kegembiraannya menjelang libur panjang.
“Biasanya, saat musim libur panjang dan hari besar, dagangan saya laku keras,” terangnya kepada Cendana News Selasa (15/12/2015).
Menurutnya kalau hari biasa pendapatan per harinya hanya mencapai Rp 50 ribu, tetapi jika saat ramai pengunjung bisa mencapai Rp 500 ribu per hari.
“Tapi itu masih belum dikurangi biaya modal dan biaya operasional lainnya,” jelasnya.
Ibu dua orang anak ini menjelaskan, meskipun ia menempati lapak yang disediakan oleh pihak UPTD Kenjeran, biaya operasional dirasa tidak berat bagi para pedagang.
“Per bulan hanya ditarik biaya listrik dan kebersihan Rp 23 ribu. Jadi tidak memberatkan bagi kami para pedagang,” ungkapnya.
Masulah berjualan sejal 19 tahun yang lalu dan mengaku nyaman berjualan karena selama ini biaya operasionalnya masih terjangkau. Selain berdagang, ia memiliki keahlian membuat asesoris dan kerajinan lainnya sehingga waktu luang sembari menunggu pembeli ia gunakan untuk memproduksi. 
“Per hari kalau sepi pembeli, saya bisa membuat 100 buah, kalau ada pembeli ya 60-70 biji per hari,” katanya.
Ia mengaku mendapatkan bahan baku kerang dari para nelayan. Sebelum diproses menjadi aksesoris, kerang yang didapat, dibersihkan, lalu direndam air keras, lalu dikeringkan dan siap dibentuk menjadi bros cantik.
“Untuk harga bros kecil, Rp 5 ribu dapat 6 buah. Dan bros besar, Rp 10 ribu dapat 4 buah. Di sini harganya murah, kami tidak ambil untung banyak, asal laku dan barang cepat ganti saja,” pungkasnya.
Selain menjual bros, Bu Masulah juga menjual cermin dengan hiasan kerang, juga terdapat tirai kerang, gelang kerang, hiasan dinding, jam dinding, tempat tissu, asbak dan lain-lain.
“Semoga pergantian tahun ini, bisa membawa berkah dan untung banyak bagi para pedagang di Pantai Kenjeran ini,” tandasnya.
Humas wisata pantai Kenjeran, Akbar Rogiba menjelaskan ada 20 UKM yang terdaftar di UPTD yaitu, 10 UKM menjual hasil laut seperti keripik, kerupuk dan camilan lainnya. Sedangkan, 10 UKM lain menjual kerajinan dari hasil laut, seperti tirai dari kerang, cermin kerang dan hasil kerajinan lainnya.
Ada yang berbeda di Wisata Pantai Kenjeran saat ini, yakni terdapatnya jembatan yang tengah dibangun, dari kampung nelayan hingga ke Pantai Kenjeran. Tahun 2016 mendatang dijadwalkan pembangunan jembatan ini selesai dibangun.
“Selain jembatan, juga tengah dibangun air mancur menari. Hal ini dilakukan untuk kembali mendorong eksistensi wisata Pantai Kenjeran Lama,” ucapnya.
Pantai Kenjeran ini bisa menampung ribuan wisatawan. Di tahun 2016 mendatang akan ada permainan air, seperti perahu dan banana boat yang bisa semakin menarik minat pengunjung untuk berwisata ke Pantai Kenjeran. Pengunjung selain mendapatkan wisata hiburan keluarga, juga mendapatkan wisata edukasi kemaritiman bisa bermain di pantai dan mengamati hasil laut.
“Harga tiket selama liburan tidak ada kenaikan, tetap Rp 5 Ribu. Jam buka setiap hari, dari jam 08.00-16.00 WIB,” jelasnya.
Selasa, 15 Desember 2015/Jurnalis: Olin/Editor: Gani Khair/Foto: Olin
Lihat juga...