Pelanggaran Tata Ruang, Kota Mataram dan Lombok Barat Tertinggi


MATARAM—Berdasarkan hasil temuan dan kajian Dinas Pekerjaan Umum Nusa Tenggara Barat terhadap tata ruang di sepuluh Kabupaten Kota NTB, Kota Mataram dan Kabupaten Lombok Barat merupakan daerah paling banyak melakukan pelanggaran Undang – undang tata ruang
“Kota Mataram dan Lombok Barat merupakan daerah paling banyak melakukan pelanggaran tata ruang, banyak bangunan baik berupa ruko, bisnis perumahan maupun  bangunan perhotelan” kata Sekretaris Dinas PU NTB, Ahmad Machul dalam jumpa pers capaian kinerja pemangunan Pemda NTB,di Fave hotel Mataram, Selasa (15/12/2015)
Dikatakan, banyak perusahaan yang proses pengurusan izin masih dilakukan kajian, tapi pembangunan dilaksanakan, bahkan lebih parah lagi ada perusahaan bangunan sudah jadi izin setelah bangunan Jadi
Menurutnya pemerintah Kabupaten Kota juga dengan adanya otonomi daerah, dalam hal mengeluarkan izin terutama izin mendirikan bangunan, baik berupa bangunan perhotelan maupun bangunan lain seakan membabi buta dalam hal mengeluarkan izin
“Harus ada pengendalian, apalagi di kawasan strategis seperti kawasan pariwisata dan lahan pertanian, karena kalau tidak dikendalikan, selain berdampak terhadap amburadulnya tata ruang, bencana banjir juga berpotensi menimbulkan konflik lahan dan munculnya kesenjangan sosial” ungkapnya.
Selasa, 15 Desember 2015/Jurnalis: Turmuzi/Editor: Gani Khair/Foto: Turmuzi
Lihat juga...