Pembangunan Jembatan Merah Putih Terkendala Tenaga Kerja

Jembatan Merah Putih
AMBON — Kepala Balai Prasarana Jembatan Nasional (BPJN) wilayah IX Maluku dan Maluku Utara , Amran Mustari, Minggu (5/12) kepada Cendana News menyebutkan, proyek pembangunan Jembatan Merah Putih (JMP) dengan total panjang 1.140 meter dari Desa Galala ke Desa Poka Teluk Kota Ambon, Maluku, belum dapat diselesaikan akhir 2015. Kendalanya saat ini karena minimnya tenaga kerja di lapangan serta masalah teknis.
“Saat ini fisik jembatan memang sudah mencapai 93 persen. Namun, kia perkirakan untuk finalisasi belum bisa diakhir tahun 2015,” ujarnya.
Mustari mengakui, dengan kendala tenaga kerja bisa menyebabkan pihaknya bisa dikenai pinalti lantaran sudah tiga kali dilakukan penandatanganan adendum atau perpanjangan jangka waktu penyelesaian pekerjaan proyek. Tapi sampai saat ini pekeraan JMP belum bisa dirampungkan menysul kekurangan tenaga kerja.
Mustari menyatakan, kondisi tersebut membuat BPJN wilayah IX Maluku dan Maluku Utara kewalahan dalam menyelesaikan JMP.
Pantauan Cendana News menerangkan, kondisi fisik proyek JMP, bentang tengah untuk menghubungkan jembatan pendekat dari arah Desa Galala ke Desa Poka belum rampung atau belum terpasang.
Diketahui, total panjang JMP 1.140 meter. Ada  tiga bagian masing-masing, jembatan pendekat Poka sepanjang 520 meter, jembatan pendekat Galala sepanjang 320 meter dan jembatan utama sepanjang 300 meter dengan ketinggiannya mencapai 34,1 meter diatas permukaan laut.
Proyek jumbo ini Pemerintah RI dimasa Preside SBY, mengalokasikan anggaran sebesar Rp700 miliar. Tujuannya, JMP akan menjadi icon Maluku, diharapkan dapat menunjang pengembangan kawasan Pulau Ambon di masa mendatang.
MINGGU, 06 Desember / Jurnalis : Samad Vanath Sallatalohy / Foto: Samad Vanath Sallatalohy / Editor : ME. Bijo Dirajo
Lihat juga...