Penerapan Tiket Elektronik Akibatkan Kemacetan Parah

MINGGU, 27 DESEMBER 2015
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Kemacetan parah terjadi di pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan hingga ke pintu keluar Pelabuhan Bakauheni. Kemacetan kendaraan berbagai jenis tersebut terjadi sejak siang hingga sore hari bahkan kemacetan mencapai sekitar 10 kilometer akibat kendaraan yang belum bisa memasuki areal pelabuhan.


Kepolisian Resor Lampung Selatan diterjunkan untuk mengurai kemacetan yang terjadi dari pintu keluar Pelabuhan Bakauheni hingga ke SPBU Garuda Hitam dibantu puluhan anggota Kepolisian Sektor Kawasan Pelabuhan (KSKP) Bakauheni serta dibantu oleh unit Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Lampung.
“Kita diperbantukan untuk membantu Polres Lampung Selatan dalam pengamanan arus kendaraan yang akan menuju Pulau Jawa dari Pulau Sumatera melalui Pelabuhan Bakauheni,” ungkap Kanit Induk 4 PJR Ditlantas Polda Lampung AKP Adit Priyanto saat dikonfirmasi Cendana News di Bakauheni Minggu (27/12/2015)
AKP Adit mengungkapkan faktor kemacetan yang terjadi di sepanjang Jalan Lintas Sumatera  akibat penerapan tiket elektronik oleh  PT Mata Pencil di toll gate penjualan tiket Pelabuhan  Bakauheni sehingga terjadi kemacetan panjang sepanjang beberapa kilometer sejak siang hingga sore hari. Kemacetan diprediksi masih akan terjadi hingga malam hari.
Penerapan tiket elektronik yang saat ini dijalankan oleh pihak ketiga PT Mata Pencil tersebut diantaranya dengan waktu pencatatan data penumpang pengendara roda empat dan roda dua yang lama sehingga mengakibatkan antrian panjang. Beberapa pengguna jasa yang akan menyeberang bahkan mengaku kecewa dengan penerapan tiket elektronik yang saat ini diberlakukan.
“Sewaktu kami pulang ke Sumatera dari Pelabuhan Merak juga mengalami kendala dalam pembelian tiket elektronik akibatnya macet sama persis seperti ini,”ungkap Muhsin salah satu pengendara kendaraan roda dua.
Ia mengakui pemberlakuan tiket elektronik yang saat ini diberlakukan berbeda dengan tiket elektronik yang saat libur Lebaran diberlakukan. Ia berharap agar pihak manajemen yang bertanggungjawab untuk pelaksanaan tiket elektronik bisa lebih membenahi sistem pelayanan.
Kemacetan diperparah dengan kendaraan dari dua arah yang menggunakan jalur berlawanan baik pengendara kendaraan roda empat dan roda dua. Sementara itu rekayasa lalulintas dilakukan oleh Satlantas Polres Lampung Selatan dengan menahan ribuan kendaraan jenis truk ke sejumlah kantong parkir di sejumlah rumah makan di Jalan Lintas Sumatera.
Antrian juga terjadi di loket pembelian tiket penumpang pejalan kaki. Berdasarkan pantauan media Cendananews.com sistem tiket elektronik mengakibatkan penumpang yang akan menggunakan jasa pelayaran kapal Roll on Roll off (Roro) di Selat Sunda harus mengantri cukup lama.
Sebanyak 27 kapal roll on roll off (Roro) dioperasikan untuk melayani pengguna jasa pelabuhan yang akan menyeberang dari Pulau Sumatera menuju Pulau Jawa. Menurut General Manager PT ASDP Bakauheni Tommy L Kaunang puncak arus balik liburan diprediksi akan terjadi malam ini dengan jumlah penumpang pejalan kaki mencapai lebih dari 10.000 orang dan ribuan unit kendaraan berbagai jenis mencapai puluhan ribu unit.
Lihat juga...