Pengelola Wanagama Undang Titiek Soeharto untuk Temukan Solusi Pengelolaan Hutan

MINGGU, 20 DESEMBER 2015
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA — Titiek Soeharto meninjau kawasan Hutan Pendidikan dan Penelitian Wanagama di Pathuk, Gunungkidul, Yogyakarta, Minggu, (20/12/015). Dalam kunjungan itu, terungkap Hutan Wanagama kini menghadapi dilema dalam hal status hutan dan pengelolaannya yang sejak 1967 dinilai tak pasti.

Titiek Soeharto mendengarkan keluhan pengelola Hutan Wanagama
Pengelola Hutan Wanagama sekaligus Guru Besar Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, Prof. Dr. Ir. Mohammad Na’im, M.Agr.Sc., mengatakan, kawasan hutan seluas 600 Hektar tersebut merupakan tanah milik negara. Namun, sejak tahun 1967 pengelolaannya diserahkan kepada Universitas Gajah Mada. 
Namun demikian, UGM tak bisa mengelolanya secara mandiri karena status lahan yang masih milik negara. Akibat dari itu, katanya, pihak UGM selama ini keteteran untuk membiayai biaya operasional hutan, terutama untuk menggaji sekitar 20 orang karyawan yang bukan merupakan pegawai UGM. Di samping itu, karena status tersebut membuat pengelola juga tak bisa mendapatkan dana dari pemerintah.
Mohammad Na’im
Selama ini, sambung Na’im, kawasan hutan dikelola oleh lima orang dari pegawai UGM dan 20 karyawan yang bukan pegawai. Karenanya, untuk menggaji 20 karyawan tersebut, pihak pengelola harus pintar-pintar membuat event dan mempromosikan kawasan hutan tersebut sebagai wisata minat khusus, yang hasil pendapatannya untuk menggaji 20 orang karyawan itu yang tentu saja jumlahnya sangat minim.
Guna mencari solusi terbaik, maka pengelola sengaja mengundang Titiek Soeharto sebagai Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, agar sekiranya bisa memberi solusi tersebut. Na’im pun mengaku merasa senang, di masa resesnya ini Titiek Soeharto berkenan meluangkan waktunya mengunjungi kawasan hutan wanaga.
Titiek Soeharto hadir didampingi sejumlah perwakilan dari UPT Kementerian Kehutanan yang ada di Yogyakarta,  dan pejabat kedinasan terkait serta sejumlah perwakilan Pemda DIY. Usai rapat dengar pendapat bersama pengelola hutan, Titiek mengatakan, jika pihaknya akan berupaya mempertemukan pengelola hutan dengan kementerian kehutanan, agar bisa dicarikan solusi. 
“Hutan Wanaga ini merupakan kawasan hutan pendidikan dan sangat berguna bagi kepentingan penelitian. Karena itu, kami dari Komisi IV DPR RI akan memperjuangkan agar kawasan hutan ini bisa berkesinambungan”, ungkapnya.
Titiek juga mengapresiasi kepada UGM, yang selama ini mampu mengelola hutan itu. Padahal, tegas Titiek, kawasan hutan itu semula adalah kawasan gersang yang terus terdegradasi. Namun, dengan berbagai kekurangan, UGM mampu mengelolanya dan bahkan bisa menjadi rimbun seperti sekarang ini. 
“Maka, kita akan berupaya agar Wanagama bisa tetap berkelanjutan, mengingat pentingnya peran hutan tidak hanya untuk pendidikan dan penelitian. Namun juga untuk kelangsungan hidup manusia”, pungkasnya. 
Lihat juga...