Pengiriman Benur Meningkat Seiring Membaiknya Sektor Pertambakan

Rabu, 16 Desember 2015 / Jurnalis : Henk Widi / Editor : Sari Puspita Ayu



LAMPUNG—Pengiriman benur dari sejumlah pusat pembenihan (hatchery) di Provinsi Lampung mulai meningkat dalam kurun waktu dua tahun terakhir. Pengiriman benur yang meningkat tersebut menurut Kepala kantor Karantina Ikan Kementerian Kelautan dan Perikanan Wilker Bakauheni Catur S. Udiyanto, akibat permintaan benur yang akan dipergunakan untuk benih udang di sejumlah tambak di dalam dan di luar wilayah Provinsi Lampung.


Catur mengungkapkan, beberapa hatchery yang ada di wilayah Kabupaten Lampung Selatan diantaranya Kecamatan Kalianda, Kecamatan Rajabasa dan Kabupaten Pesawaran rutin melakukan pengiriman benur ke sejumlah konsumen yang rata-rata merupakan pemilik tambak baik tradisional maupun intensif. Pengiriman benur yang selama ini tercatat di buku register karantina ikan Bakauheni diantaranya banyak berasal dari pemilik usaha pembenihan udang di wilayah Pesisir Kalianda Lampung Selatan.
“Dalam sepekan beberapa pengusaha pembenihan mengirimkan pesanan dari petambak di Pulau Jawa dengan rata rata membawa sebanyak 50 box yang di dalamnya berisi benur,” ungkap Catur saat dikonfirmasi Cendana News Rabu (16/12/2015).
Ia juga menerangkan selama ini pengiriman benur dalam jumlah banyak diketahui dari jenis udang vannameii (Litopenaeus Vannameii) yang merupakan udang asli perairan Amerika Latin yang masuk kedalam famili Penaidae yang banyak dibudidayakan serta jenis udang Windu (Penaeus monodon). Pengiriman benur yang harus menjalani pemeriksaan karantina ikan dalam sebulan rata rata mencapai 150 juta ekor benur atau ribuan box berisi plastik untuk pengiriman benur. Pemeriksaan yang dilakukan ungkap Catur meliputi pemeriksaan virus, parasit, jamur dan bakteri.
“Berdasarkan data karantina ikan lalulintas pengiriman benur semakin meningkat dan ini merupakan dampak dari semakin membaiknya sektor pertambakan yang sangat bergantung pada sektor pembenihan yang banyak terdapat di Lampung,”ungkap Catur.
Petambak yang selama ini memesan benur dalam jumlah banyak diantaranya petambak di pantai Timur Lampung bahkan beberapa petambak di Pulau Jawa, Pulau Kalimantan, Pulau Sulawesi sebagian memesan benur dari hatchery di Lampung. Ukuran benur yang selama ini dilalulintaskan diantaranya berdasarkan ukuran dengan rata-rata 8-12 post larva. Lalulintas pengiriman yang menggunakan kendaraan roda empat dan melalui jalur laut menggunakan kapal Roll on Roll Off (Roro) dalam sepekan bisa mencapai 10-15 unit kendaraan tergantung jumlah permintaan.
Membaiknya Sektor Pertambakan Faktor Utama Membaiknya Usaha Pembenihan
Salah satu faktor meningkatnya permintaan benur juga diterangkan oleh pengusaha hatchery di Peisisir Kalianda Lampung Selatan, Umay (45) yang mengaku permintaan akan benur udang jenis windu dan vaname mengalami peningkatan. Peningkatan permintaan tersebut merupakan berdampak positif bagi sektor usaha hatchery yang selama ini terkesan “mati suri” di wilayah pesisir Kalianda.
“Sejak lima tahun lalu banyak pengusaha pembenihan gulung tikar karena banyak tambak di Lampung bangkrut, kekeringan berkepanjangan sehingga permintaan akan benur berkurang dan pengusaha hatchery menutup usahanya,” ungkap Umay.
Beberapa usaha hathery yang ada di Lampung Selatan bahkan sempat terbengkalai terutama para pemilik usaha yang hanya memiliki modal kecil. Sementara pemodal besar yang bertahan masih bisa dihitung dengan jari, ungkap Umay. Faktor lokasi yang berada di perairan Kalianda dan digunakan sebagai sumber air untuk pembenihan udang tersebut menjadikan usaha pembenihan sempat berjaya di pesisir Kalianda.
“Akhirnya beberapa petambak di Lampung pun mulai menggeliat diantaranya di pesisir pantai Timur Lampung, tambak tambak intensif pun mulai tumbuh yang memberi dampak positif pengusaha benur,”ungkap Umay.
Pengusaha benur yang beberapa diantaranya membentuk kelompok tersebut akan memenuhi permintaan beberapa konsumen pemilik usaha tambak di wilayah Lampung dan Pulau Jawa dengan tetap melalui karantina ikan untuk pemeriksaan. Umay bahkan mengaku semenjak mulai menggeliatnya permintaan benur,dalam sebulan ia mampu mengirimkan jutaan benur ke konsumen. Terutama untuk pasokan wilayah Kabupaten Lampung Selatan konsumen di Kecamatan Sragi dan Ketapang yang merupakan kawasan minapolitan dengan ribuan hektar lahan tambak merupakan pangsa pasar besar untuk usaha benur miliknya.
Sebagian pemilik usaha pembenihan membudidayakan udang jenis udang vannameii yang merupakan komoditas air payau yang banyak diminati karena memiliki keunggulan seperti tahan terhadap penyakit, mempunyai tingkat pertumbuhan yang relatif cepat serta faktor lain.
Rata rata permintaan benur yang selama ini dikirimkan oleh Umay dan pemilik usaha pembenihan di wilayah Pesisir Kalianda diantaranya pada post larva (PL)10 hingga 12 yang sudah terlihat seperti udang dewasa.
Berdasarkan data Cendana News menggeliatnya sektor usaha pembenihan di Lampung Selatan seiring dengan banyaknya tambak udang pun berdampak positif bagi kelompok pembenihan udang. Bahkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Lampung Selatan pada tahun 2015 ini dinyatakan sebagai juara III tingkat nasional untuk kategori pembenihan skala rumah tangga pembinaan kelompok Berkah Windu II. Penghargaan tersebut diperoleh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan RI (KKP-RI) pada Kamis (10/12) lalu.
Sumber foto: Henk Widi
Lihat juga...