Penjualan Oleh-Oleh Khas Lampung di Lintas Sumatra Mengalami Peningkatan

SABTU, 26 DESEMBER 2015
Jurnalis: Agus Nurchaliq / Editor: Gani Khair / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG–Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) yang menjadi perlintasan pengendara pengguna jalur darat ke sejumlah kota di Pulau Sumatera dari Pulau Jawa menjadi ramai saat arus liburan berlangsung. Para pengendara kendaraan baik roda empat, roda dua yang menghabiskan waktu liburan Natal sebagian memanfaatkan waktu liburan untuk pergi ke Pulau Jawa menggunakan moda transportasi darat dan dilanjutkan laut menggunakan kapal roll on roll off (roro). Kondisi ramainya Jalan Lintas Sumatera tersebut dimanfaatkan oleh para pedagang untuk berjualan di beberapa rest area (tempat peristirahatan) serta menuju pintu masuk Pelabuhan Bakauheni Lampung Selatan.


Kondisi yang ramai di sepanjang Jalinsum tersebut menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang oleh oleh yang selama ini berjualan di beberapa toko oleh oleh baik permanen maupun menggunakan tenda tenda dadakan. Toko oleh oleh makanan tradisional bahkan menyiapkan stok cukup banyak terutama jenis makanan yang menjadi ciri khas Pulau Sumatera terutama Lampung.
“Saya sudah memesan beberapa bal kemplang untuk stok karena stok sebelumnya sudah habis dibeli pengendara yang melintas sebelum liburan Natal dan akan semakin banyak nanti menjelang berakhirnya liburan,” ungkap Sariati (34) salah satu pemilik toko oleh oleh di tokonya saat dikonfirmasi Cendana News Sabtu (26/12/2015).
Ia mengungkapkan pembelian oleh-oleh masih akan terus meningkat sebab liburan Natal, libur sekolah masih akan berlangsung. Sariati mengaku menjual makanan yang dijadikan oleh-oleh diantaranya kemplang, keripik pisang, berbagai jenis makanan kering, dan juga buah-buahan seperti pisang matang, duku dan durian.
Selain Sariati, beberapa pedagang oleh-oleh yang berhasil Cendana News temui adalah Zainal Abidin (50). Zaunal merupakan penanggungjawab tempat penjualan oleh-oleh jenis kopi bubuk. Tempat yang menyediakan beberapa gubuk untuk fasilitas ngopi gratis di Jalan Trans Sumatera Desa Rawi Sawung Kuring Kecamatan Penengahan Lampung Selatan itu bahkan kebanjiran order kopi selama musim liburan ini.
“Lumayan ramai dibanding hari biasa karena selain untuk istirahat pengendara juga ingin mencicipi kopi asli buatan kami di sini,”ungkap Zainal Abidin.
Selain menyediakan kopi gratis bagi pengendara, ia juga menjual bubuk kopi kemasan yang ia jual dengan kisaran harga dari yang termurah 12 ribu-an hingga yang termahal 300 ribu-an.Kopi kemasan yang ia jual diberi label Dhrive Thrue Oleh-Oleh Kopi Lampung.
Dikatakan laki-laki lanjut usia itu, selain hidangan kopi, ia juga menyediakan cindera mata kopi yang sudah dipaket atau dibungkus di dalam kemasan ¼ kg, ½ kg dan 1 kg. Sementara beberapa pedagang oleh-oleh lain tepatnya di Desa Kekiling Kecamatan Penengahan juga mengakui mengalami peningkatan penjualan sebesar lebih dari 15 persen selama musim arus liburan ini.
Para pedagang oleh-oleh masih berharap omzet penjualan akan meningkat sebelum masa akhir liburan panjang yang akan berakhir pada tanggal 3 Januari 2016. Beberapa oleh oleh jenis keripik, kemplang serta oleh oleh lain dijual dengan kisaran Rp15ribu hingga Rp25 ribu per bungkus dan bisa dilakukan tawar menawar antara pembeli dan pedagang oleh-oleh.
“Sebelum tahun baru dan sesudah tahun baru kami tetap berharap banyak yang mampir untuk membeli oleh-oleh khas Lampung di sini,”ungkap Syahroni, salah satu penjual oleh-oleh.
Peningkatan penjualan dibanding hari biasa tersebut ungkap Syahroni semakin menambah kepercayaan pelanggan akan makanan oleh-oleh hasil pengrajin di Lampung. Besarnya penjualan tersebut berdampak positif bagi para pengrajin keripik, kopi bubuk, kemplang yang menjadi oleh oleh khas Lampung yang selalu diburu saat liburan.
Lihat juga...