Perbedaan Drastis Antara Jalan Trans Utara dan Selatan Flores

SENIN, 21 DESEMBER 2015
Jurnalis: Ebed De Rosary / Editor: Gani Khair / Foto: Ebed De Rosary

MAUMERE—Jalan Provinsi Trans Utara Flores yang diperbaiki sejak sekitar 5 tahun lalu kondisinya sangat memprihatinkan. Masyarakat dari 4 kabupaten yang melintasi jalan tersebut selain harus melintasi bebatuan sepanjang sekitar 50 kilometer, juga memutar melewati kebun warga.

Jembatan yang putus dan ditimbun kayu kelapa agar bisa dilintasi.

Hal ini dilakukan akibat adanya dua jembatan yang putus dan belum diperbaiki di wilayah Kecamatan Maurole, Kabupaten Ende. Selain itu sebuah jembatan di Kecamatan Maukaro pun bernasib sama. Selain itu satu jembatan lainnya di Kecamatan Wolowoa, Kabupaten Nagekeo pun rusak berat dan hanya ditutupi dengan batang kelapa agar pengemudi bisa melintas.
Lukas Date warga Nagekeo yang ditemui Cendana News saat mengendarai sepeda motor di jalan ini, Senin ( 21/12/2015 ) mengatakan, jembatan tersebut sudah rusak sejak tahun 2014 namun hingga kini belum diperbaiki. Jembatan tersebut ambruk terkena aliran air saat hujan deras. Kondisi jembatan yang sudah puluhan tahun dibangun menyebabkan jembatan ambruk saat dihantam banjir.

Jembatan yang putus di wilayah kabupaten ende dan belum diperbaiki.
“Kalau jembatan lainnya sudah dibangun baru sejak tiga tahun lalu. Masih tersisa tiga jembatan lagi sejak dari kabupaten Nagekeo sampai wilayah Kabupaten Ende yang belum diperbaiki “ sebut Lukas.

Kegeraman yang sama juga disampaikan Yusuf Mansur warga Ende. Menurut Yusuf, bila dibandingkan dengan Jalan Trans Selatan Flores yang merupakan jalan negara, kondisi Jalan Trans Utara Flores berbeda 180 derajat. Kalau trans selatan, kata Yusuf, setiap tahun selalu ada perbaikan karena ada alokasi dana dari APBN sementara trans utara hanya bergantung kepada alokasi dana dari APBD I maupun APBD II.

“Kalau hujan dan banjir besar maka semua kendaraan tak berani melintasi jalan darurat di bawah jembatan apalagi mengendarai sepeda motor. Kami harus tunggu air sudah kering baru bisa lewat “  terang Yusuf.

Cendana News  yang melntasi jalan ini pulang pergi Maumere – Bajawa harus melewati jalan alternatif yang dibuat sendiri dengan memutar jauh ke utara melewati kebun warga. Ada juga jalan alternatif yang dibuat persisi di sebelah utara jembatan yang ambruk.Jika hujan, maka otomatis pengendara tak bisa melintas karena jalan tersebut akan dilewati air hujan.

Selain itu, beberapa jembatan yang sudah dibangun dan beroperasi ruas jalan sebelum dan selepas jembatan dengan jarak sekitar 100 meter masih belum diaspal meski sudah ditimbun batu dan dilakukan pengerasan.Jalan menanjak di kedua sisi jembatan ini pun semakin tergerus hujan dan bebatuan bekas pengerasan mulai berserakan lagi.

Lihat juga...