Peringati Hari Ibu, Aimi Buka Konsultasi Ibu Menyusui

SELASA, 22 DESEMBER 2015
Jurnalis: Ferry Cahyanti  Editor: Gani Khair / Foto: Ferry Cahyanti
BALIKPAPAN—Menyayangi seorang Ibu tidak hanya dilakukan pada saat peringatan Hari Ibu. Setiap saat Ibu selalu disayang dengan tindakan yang dilakukan dengan selalu berbakti kepada Ibu. Itulah ungkapan salah seorang warga kelahiran Balikpapan, Dina Sepriana.

Dina Sepriana Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Cabang Kalimantan Timur

Dina yang sudah menjadi Ibu rumah tangga memaknai Hari Ibu adalah dengan memberikan Air Susu Ibu (Asi) kepada bayi adalah salah satu bentuknya dan bayi berhak mendapatkan Asi dari ibunya. 
“Kalo saya memaknai Hari Ibu dengan memberikan Asi pada bayi yang dilahirkan adalah kewajiban seorang ibu dan bayi berhak memperoleh ASI,” kata Perempuan yang juga aktif pada Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (Aimi) Cabang Kalimantan Timur.
Menurutnya, peran menjadi seorang ibu tidaklah mudah karena menjadi seorang ibu harus bisa berperan dalam keluarganya baik itu untuk suami, anak-anak maupun lingkungan sosialnya.
Dengan kepeduliannya menjadi seorang ibu untuk memberikan ASI kepada bayinya, Ia bergabung dengan Aimi. Hal itu dilakukannya agar generasi bangsa yang baru saja lahir memiliki asupan gizi yang sehat dan menjadikannya anak yang cerdas, karena khasiat ASI untuk bayi sangat besar.
Dina kini menjabat sebagai Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia cabang Kalimantan Timur. “Alhamdulillah aktivitas berorganisasi dan memberikan konsultasi kepada ibu yang baru melahirkan tidak membuat kesulitan dalam membagi waktu. Yang penting ada dukungan dari suami,” ulas Ibu yang sudah memiliki dua anak ini, Selasa (22/12/2015).
Dalam peringatan Hari Ibu ini, Asosiasi ini juga membuka ruang khusus bagi ibu-ibu yang ingin berkonsultasi seputar ibu menyusui, sekaligus agar masyarakat mengetahui adanya Asosiasi Ibu Menyusui.
Dina mengatakan dengan adanya asosiasi ini beberapa ibu yang baru melahirkan bisa berkonsultasi baik itu persoalan Asi yang belum bisa keluar saat bayi lahir, posisi bayi yang kurang nyaman saat diberi Asi. 
“Sudah banyak yang melakukan konsultasi baik itu pertemuan di rumah, pertemuan di rumah sakit maupun mereka datang langsung ke sekretariat,” jabar perempuan yang kini bertempat tinggal di Kota Samarinda.
Tidak hanya itu lanjut Dina, bagi ibu-ibu yang ingin berkonsultasi mengenai kesulitan memberikan Asi pada bayinya juga bisa melalui media sosial yang dimiliki asosiasi ibu menyusui indonesia. Karena semua komunikasi harus dibuka agar ibu ibu yang memberikan Asi.
“Sebagai seorang ibu berkewajiban memberikan yang terbaik untuk anaknya, salah satunya dengan menyusui,” tutupnya.
Lihat juga...