Persiapan Re-Akreditasi Universitas Muhammadiyah Surabaya

Jum’at, 18 Desember 2015 / Jurnalis: Charolin Pebrianti / Editor: Sari Puspita Ayu

Rektor UMS, Dr. dr. Sukadiono, M.M memperlihatkan Tower At-Tauhid 
SURABAYA—Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMS) tengah melakukan persiapan untuk akreditasi beberapa fakultas yang dimilikinya. Meskipun akreditasi Universitas B, akreditasi beberapa fakultas dan Program Studi (prodi) masih C. Hal ini tentunya, menjadi perhatian khusus bagi rektor untuk meningkatkan akreditasi fakultas dan Prodinya.
Rektor UMS, Dr. dr. Sukadiono, M.M. menjelaskan ada dua fakultas yang akreditasinya masih C, yakni fakultas ekonomi dan teknik.
“Untuk fakultas Teknik, Prodi Arsitektur, Sipil, Elektro dan Mesin akreditasi masih C,” terangnya kepada Cendana News Jumat (18/12/2015).
Rektor UMS, Dr. dr. Sukadiono, M.M
Ia menuturkan, pada tahun 1987-1997 fakultas Tehnik, Prodi Arsitektur, Elektro dan Mesin akreditasinya B, namun pada saat akreditasi Tahun 2012, akreditasinya turun menjadi C.
“Meskipun akreditasi turun, kami ingin kembali meningkatkan akreditasi menjadi B,” ujarnya.
Pengajuan re-akreditasi akan dilakukan Tahun 2016 mendatang. Berbagai persiapan tengah dilakukan UMS, diantaranya persiapan sarana dan prasarana.
“Kami tengah membangun gedung At-Tauhid, untuk fakultas non kesehatan, ada 13 lantai. Selain untuk ruang kuliah, juga untuk laboratorium, perpustakaan dan auditorium,” katanya.
Alumnus Universitas Airlangga (Unair) ini menjelaskan, dalam proses akreditasi salah satu faktor yang menyebabkan nilai akreditasi beberapa Prodinya C disebabkan karena subyektifitas penilaian dari Asesor (penilai).
“Asesor dari PTN (Perguruan Tinggi Negeri) kadang masih membandingkan dengan PTN tempatnya dengan PTS (Perguruan Tinggi Swasta) yang dinilainya, sehingga standarnya masih tinggi,” tegasnya.
Proses pembangunan Tower AT-Tauhid
Selain itu, standar BAN-PT (Badan Akreditasi Nasional-Perguruan Tinggi) yang tinggi juga menjadi faktor lain sehingga akreditasi masih C. Padahal menurutnya, sarana dan prasarana sudah memenuhi standart, kualifikasi dosen juga sudah memenuhi syarat.
“Oleh karenanya kami akan mengajukan re-akreditasi Tahun 2016, menunggu tower At Tauhid jadi,” tandasnya.
Pria berkacamata ini menambahkan, rasio jumlah dosen dan mahasiswa juga telah memenuhi standar. Sedangkan untuk kurikulum, mengikuti standar dari kualifikasi KKN.
“Jadi menurut saya, fakultas Tehnik dan  Ekonomi kami seharusnya bisa mendapatkan akreditasi B,” pungkasnya.
Sumber foto:  Charolin Pebrianti
Lihat juga...