Petani Cabai Merah Diuntungkan dengan Adanya Kelompok Tani

SELASA, 29 DESEMBER 2015
Jurnalis: Henk Widi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Henk Widi

LAMPUNG—Petani tanaman cabe merah di Desa Pasuruan Kecamatan Penengahan Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung dalam tiga tahun terakhir mulai merasakan manfaat keberadaan kelompok tani (Poktan) khusus budidaya cabai merah. 
Asmuri bersama rekan ketika panen cabai 
Keberadaan kelompok tani tersebut dirasakan terutama ketika harga cabai merah mulai membaik di tingkat petani. Salah satu anggota kelompok tani Harapan Maju, Asmuri (34) mengungkapkan budidaya tanaman cabai dilakukan oleh sekitar 20 orang anggota yang merupakan petani cabai.
Budidaya tanaman cabai merah yang saat ini dikembangkan di Desa Pasuruan mencapai luasan lahan sekitar dua hektar yang sebelumnya dimanfaatkan sebagai lahan pertanian. Selama empat bulan menanam cabai ia mengaku dalam sepekan rata rata memanen cabe merah dengan jumlah mencapai satu kuintal.
“Pemanenan dilakukan oleh laki-laki sementara para wanita yang tergabung dalam kelompok bertugas menjual cabai merah tersebut ke sejumlah pasar ” terang Asmuri saat dikonfirmasi Cendana News di sela-sela memetik tanaman cabe milik kelompoknya, Selasa(29/12/2015)
Hasil panen yang membanggakan
Proses pengolahan lahan hingga pasca panen pun dikerjakan melibatkan seluruh anggota kelompok tani. Ia mengungkapkan pengelolaan yang dilakukan secara baik mulai dari pembukuan hasil penjualan, modal kelompok, biaya operasional serta keuntungan menjadikan kelompok petani penanam cabai secara transparan mengetahui hasilnya.
Harga cabai merah di tingkat petani di wilayah Lampung menurut Asmuri saat ini mencapai Rp35ribu-Rp40ribu dan bagi petani harga tersebut cukup menguntungkan terutama selama musim gadu petani sementara belum bisa menanam padi. Ia berharap harga semakin membaik dan memberi kelompok tani.
Sementara itu anggota kelompok tani lainnya Rudi (45) mengaku keberadaan kelompok tani dalam budidaya cabai merah berpotensi memberi kesejahteraan bagi anggota kelompok terutama saat mengalami keuntungan. Permodalan yang selama ini dikelola dengan baik oleh anggota kelompok yang mengerti manajemen keuangan menjadikan kelompok tani tersebut lebih rapi dalam tata kelola keuangan.
Keanggotaan kelompok tani Harapan Maju yang dibentuk beberapa tahun lalu juga telah memberi keuntungan bagi para pedagang sayur mayur termasuk cabe merah. Selama ini pedagang cabai merah di pasar tradisional masih menggantungkan pasokan cabe merah dari luar Pulau Sumatera.
“Hasil budidaya cabai kami bahkan sudah banyak dipesan oleh penjual untuk kebutuhan pasar lokal dan ini sangat menguntungkan para pedagang,” ungkap Rudi.
Hasil dari penjualan cabai merah yang rata rata memperoleh hasil 2 ton dalam sebulan tersebut dikelola oleh bendahara kelompok. Sistem pembagian hasil penjualan cabai merah yang dilakukan anggota kelompok tersebut selama ini telah memberikan keuntungan secara finansial dan memenuhi kebutuhan keluarga masing masing anggota kelompok.
“Selama ini petani cabai merah sebelumnya menanam cabai merah secara perseorangan namun  bagi pemilik modal tapi bagi petani dengan modal kecil terasa memberatkan,” ungkapnya.
Petani cabai merah selain memiliki keuntungan dengan menjadi anggota kelompok secara finansial juga dalam bentuk lain diantaranya kebersamaan para petani cabe merah yang ada di Lampung Selatan. Selain itu proses pengajuan kredit untuk permodalan terhadap kelompok tani selama ini lebih mudah kepada lembaga perbankan untuk usaha mikro.
“Jika kita ikut dalam anggota kelompok yang tentunya akan lebih mudah bertukar pikiran dalam kendala yang dihadapi anggota,”ujarnya.
Beberapa anggota bahkan mampu membiayai anak-anaknya hingga bangku kuliah dan sebagian bisa merenovasi rumah dengan tergabungnya petani dalam keanggotaan kelompok tani. Selain itu berbagai pelatihan dan peningkatan tata kelola sistem budidaya cabai diperoleh seluruh anggota untuk memberi pengetahuan baru dalam budidaya tanaman cabai merah.
Untuk jangka panjang, Kelompok Tani Harapan Maju berharap akan memiliki laman khusus untuk proses transaksi secara online. Sistem tersebut dibuat untuk menjual komoditas hasil pertanian khususnya cabai untuk penjualan dalam partai besar. Selama ini sistem penjualan masih dilakukan dengan sistem penjualan langsung ke pasar tradisional di wilayah Lampung dan dikirim ke Pulau Jawa.
Lihat juga...