Petani di Sleman Mulai Masuki Masa Panen Jagung

Panen jagung
YOGYAKARTA — Petani jagung di Sleman, Yogyakarta memasuki panen raya jagung. Tepatnya di Dusun Jomblangan, Wukirsari, Cangkringan. Meski hasil panen berkurang akibat musim kemarau panjang, namun petani masih dapat menikmati untung meski sedikit.
Salah seorang petani, Suharmi (54) menyebutkan, dari luas lahan sekitar 2.000 meterpersegi, dia bisa mendapatkan 1, 5 Ton jagung kering. Kendati sekarang harga jual jagung kering sedikit turun, namun Suharmi mengaku masih bisa untung.
Ditemui Rabu (9/12/2015), siang, Suharmi mengatakan, hasil panen jagungnya terbilang berhasil. Dari dua lahan, masing-masing berukuran 600 meterpersegi dan 1.400 meterpersegi, dia berhasil mendapatkan hasil panen. Hasil sebanyak itu bisa diperoleh karena selama dalam musim kemarau kemarin ladangnya tetap mendapatkan asupan air yang cukup.
Suharmi menjelaskan, dengan lahan seluas itu, dia menanam bibit jagung jenis P35 sebanyak kurang lebih 5 kilogram dengan harga bibit sekilonya Rp. 85.000. Bibit P35 dipilih karena bisa menghasilkan biji jagung yang besar. Sementara itu, selama masa tanam 3,5-4 bulan, Suharmi mengeluarkan biaya sebesar kurang lebih Rp. 600.000 untuk pupuk dan tenaga kerja. 
Jagung hasil panen Suharmi lebih sering dijual kering, agar nilai jualnya bertambah. Jika dijual basah, harganya hanya Rp. 1.800 perkilonya. Namun jika dijual kering bisa laku Rp. 4.000/kilogram. 
Menjemur jagung
RABU, 09 Desember / Jurnalis : Koko Triarko / Foto: Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo 
Lihat juga...