Petani Muda di Lombok Menyambut Musim Hujan dengan Kerja Keras

MINGGU, 20 DESEMBER 2015
Jurnalis: Turmuzi / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Turmuzi

MATARAM—Ada pemandangan berbeda pada kehidupan sehari-hari petani pedesaan setiap memasuki musim hujan,  jika biasanya warga banyak berdiam diri di rumah, karena tidak ada yang dikerjakan di sawah maupun ladang, tapi memasuki musim hujan sekarang ini aktifitas masyarakat petani pedesaan mulai padat.


Areal persawahan dan ladang yang pada musim kemarau sepi dan lengang, kini mulai dipadati aktifitas warga yang mulai disibukkan dengan aktivitas menggarap sawah maupun menanam padi maupun tanaman palawija lain
Aktifitas masyarakat petani pedesaan yang memadati sawah dan ladang paling banyak ditemukan di masyarakat Lombok bagian selatan yang merupakan daerah tanah tadah hujan dengan pola tanam gogor ancah (Gora).
“Kalau sudah musim hujan seperti sekarang, semua warga pada ramai di sawah, ada yang menanam padi dengan pola tanam Gora maupun menanam tanaman palawija lain, mana ada yang berdiam diri di rumah, semua warga pada sibuk di sawah” kata Hamidi Atmaja, petani Desa Pengembur, Kabupaten Lombok Tengah, Minggu (20/12/2015)
Kalaupun ada yang berdiam diri di rumah, paling hanya orang tua, kakek dan nenek yang sudah tidak kuat bekerja di sawah, sedangkan kaum mudanya dengan semangat gotong royong saling bahu membahu menanam padi dan menggarap sawah.
Haini, petani Desa Pengembur lain manambahkan, setiap memasuki musim hujan, kesibukan warga memang sangat tinggi, tidak heran kalau mau bertamu ke rumah masyarakat pedesaan, susah bisa bertemu, karena sibuk di sawah, bahkan mereka (petani) sejak pagi buta sudah ada di sawah.
“Kalau mau bertamu ke rumah warga di Desa di siang hari pada saat musim hujan seperti sekarang ini, jangan pernah berharap akan bisa bertemu, nanti sore dan malah harinya warga baru berada di rumah masing” ungkapnya sambil tertawa renyah.
Lihat juga...