Pilkada Kota Mataram, Tingkat Partisipasi Pemilih Rendah

seorang ibu nampak mencelupkan tangannya di tinta hitam usai mencoblos
MATARAM — Target Komisi Pemilihan Umum Nusa Tenggara Barat bisa mendorong tingkat partisipasi pemilih hingga 80 persen sepertinya masih jauh dari harapan. Terlihat dari tingkat partisipasi masyarakat untuk menggunakan hak pilihnya dengan mendatangi TPS masih rendah. Kurangnya sosialisasi dan sikap warga yang sudah mulai apatis dan lebih menyibukkan diri dengan pekerjaan diduga menjadi penyebab.
“Tingkat partisipasi masyarakat pada Pilkada sekarang ini sangat rendah, bayangkan sampai mau jam 10.00 WITA, masyarakat yang datang ke tempat pemungutan suara untuk menggunakan hak pilihnya baru 70 orang,” kata Ketua KPPS TPS satu Kelurah Pejanggik, Lingkungan Pusaka Kota Mataram, Noor Rahmat, Rabu (9/12/2015).
Padahal kata Noor, dulu sewaktu pemilihan legislatif dan pemilihan presiden baru jam 09.00 WITA saja hampir semua pemilih di TPS satu lingkungan Pusakan, Kelurahan Pejanggik sudah menggunakan hak pilihnya, dari total DPT sebanyak 319.
Saniah, warga Kelurah Pejanggik lain mengatakan, sebagian warga lebih memilih mengurus kesibukan jualan maupun mengurus rumah, mengingat hari ini merupakan hari libur.
Pantauan Cendana News, dari semenjak dibuka sekita pukul 07.30 WITA warga yang datang mencoblos ke TPS satu memang nampak sepi, hanya satu dua orang yang datang, sehingga petugas KPPS kebanyakan menganggur.
Pemandangan sama juga terjadi di TPS 12 lingkungan Majluk, Kelurahan Monjok, dari 430 DPT yang terdaftar warga yang datang menggunakan hak pilihnya sampai menjelang siang hanya baru sebagian kecil.
RABU, 09 Desember / Jurnalis : Koko Triarko / Foto: Koko Triarko / Editor : ME. Bijo Dirajo 
Lihat juga...