Pilkada Serentak Sempat Membuat Ibukota Lengang, Kini Padat Lagi


MEGAPOLITAN—Sejak Kamis (10/12/2015) arus lalu lintas kendaraan bermotor di hampir semua jalanan Ibukota Jakarta kembali padat merayap cenderung macet. Hal ini bertolak belakang bila dibandingkan dengan hari Rabu (9/12/2015), dimana suasana kota Jakarta relatif sepi dan lalu lintasnya lancar.

Hal ini terkait dengan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) langsung serentak di beberapa wilayah mulai dari Provinsi/Kabupaten/Kota di hampir seluruh wilayah Indonesia. Pemerintah Pusat memutuskan hari Rabu (9/12/2015) diliburkan, termasuk wilayah DKI Jakarta, walaupun sebenarnya Jakarta  tidak berkaitan langsung dengan Pelaksanaan Pilkada serentak.
Rupanya kesempatan hari libur yang diberikan Pemerintah tidak di sia-siakan oleh warga Ibukota , warga yang berdomisili di Jakarta, namun merasa mempunyai hak pilih di daerahnya masing-masing memilih untuk  pulang kampung dan memberikan partisipasi suaranya dalam Pilkada 2015 di tingkat Provinsi/Kabupaten/Kota daerah asalnya masing-masing.
Sedangkan warga yang sudah bertempat tinggal di Jakarta, karena tidak punya hak pilih dalam Pilkada 2015, kebanyakan memilih berlibur ke tempat favorit mereka masing-masing. Ada yang bepergian berlibur ke luar kota, namun banyak juga warga masyarakat yang menikmati liburan di seputar wilayah DKI Jakarta.

Pantauan Cendana News di Jalan Angkasa, tepatnya di perempatan Jalan Bungur Raya, Jakarta Pusat, antrean panjang kendaraan bermotor tampak memanjang sekitar 50 meter dan sementara perempatan jalannya terlihat terlihat semrawut, mereka tak sabar berhenti menunggu giliran jalan mengikuti pengaturan  lampu lalu lintas.
Padahal saat pelaksanaan Pilkada Serentak, diwaktu yang sama, perempatan jalan tersebut terlihat lengang dan lancar, tidak ada antrean panjang kendaraan bermotor seperti sore ini. Kemacetan makin diperparah saat rangakian kereta api melintas di Stasiun Kemayoran, yang letaknya berdekatan dengan perempatan Jalan Angkasa dan Jalan Bungur Raya tersebut.
Waluya, seorang pengemudi bajaj mengatakan “kemarin jalanan wilayah Ibukota lalu lintasnya sepi dan lancar, namun pendapatan saya sebagai sopir bajaj justru menurun drastis, kesulitan cari penumpang, karena warga pendatang kebanyakan pulang kampung atau liburan.” terangnya saat ditemui Cendana News.
Jum’at, 11 Desember 2015/Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...