Pj Bupati Sleman Imbau Warga Waspada Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi


YOGYAKARTA—Semakin tingginya intensitas hujan yang turun akhir-akhir ini di wilayah Sleman, membuat pemerintah daerah setempat mulai intensif melakukan berbagai upaya antisipasi bencana banjir dan tanah longsor. Hal ini karena masih ada 40 Juta Meter Kubik material Gunung Merapi sisa erupsi tahun 2010 yang sewaktu-waktu bisa menjelma banjir bandang dan longsor sedimen.
Erupsi Gunung Merapi yang terjadi pada 2010, lalu, diperkirakan masih menyisakan 40 Juta meter kubik material vulkanik, yang pada musim hujan ini bisa longsor terbawa arus melalui ruas sungai yang berhulu di gunung tersebut. Material sisa erupsi itu sewaktu-waktu bisa mengalir turun karena hujan dan mengisi sejumlah ruas-ruas sungai yang berada di lereng Gunung Merapi. Bukan tidak mungkin, material itu meluap karena ruas sungai yang mengalami pendangkalan, sehingga potensi banjir bandang cukup besar. Demikian diungkapkan Pj Bupati Sleman, Gatot Saptadi, yang ditemui usai rapat akhir tahun, pada Senin (14/12/2015).
Gatot mengatakan, material vulkanik sebanyak itu bisa keluar dari badan sungai dan mengarah ke mana-mana bisa berpotensi menimbulkan longsor sedimen. Kemungkinan itu, menurut Gatot, dimungkinkan terjadi mengingat karakteristik sungai-sungai di kawasan lereng Merapi yang berkelok-kelok. Namun demikian, Gatot meminta masyarakat untuk tetap tenang namun waspada dengan potensi bencana tersebut. Pihaknya pun telah memetakan sejumlah kawasan yang rawan longsor dan banjir, sehingga ketika terjadi banjir atau longsor sudah terantisipasi. Ada pun daerah yang rawan terjadi banjir bandang dan tanah longsor itu antara lain desa Sindumartani dan daerah sekitar aliran Sungai Gendol.
Sementara itu, antisipasi dilakukan dengan menyiapkan jalur evakuasi bagi warga terdampak dan menyiapkan sarana prasarana antisipasi bencana. Bahkan, katanya, pengerukan sungai juga telah dilakukan. Gatot pun mengimbau, agar masyarakat waspada jika terjadi hujan besar dan peka dengan adanya peringatan bencana. “Demi keselamatan, warga yang beraktifitas di lereng Merapi juga saya minta untuk lebih berhati-hati”, pungkasnya. 

Senin, 14 Desember 2015/Jurnalis: Koko/Editor: Gani Khair/Foto: Koko
Lihat juga...