POLDA DIY Imbau Warga Waspadai Penipuan Berlian

SENIN, 28 DESEMBER 2015
Jurnalis: Koko Triarko / Editor: Sari Puspita Ayu / Sumber foto: Koko Triarko

YOGYAKARTA—Jajaran Unit Kejahatan dan Kekerasan Sub Direktorat I Keamanan Negara (Jatanras, Subdit Kamneg), Kepolisian Daerah DI  Yogyakarta, mengungkap tindak pidana penipuan dan penggelapan perhiasan senilai Rp 2 Milyar. 

Kombes Pol Hudit Wahyudi dan AKBP Anny Pudjiastuti

Pelaku terdiri dari enam orang komplotan yang beraksi sangat meyakinkan. Karena itu, Polda DIY mengimbau kepada masyarakat  agar lebih berhati-hati dan mewaspadai beragam modus yang biasa digunakan oleh para pelaku penipuan.

Senin (28/12/2015), Polda DIY merilis hasil operasi tangkap tangan terhadap dua tersangka pelaku penipuan dan penggelapan berlian senilai Rp 2 Milyar milik seorang pengusaha perhiasan di Jalan Ketandan Wetan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, Anton Saputro (59). Kedua pelaku berinisial TSK alias R atau A (59), warga Kebun Jeruk, Jalarta Barat dan TS atau LTH alias HS (60), warga Jakarta Pusat.

Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirreskrimum) Polda DIY, Kombes Pol Hudit Wahyudi didampingi Kabid Humas, AKBP Anny Pudjiastuti dan sejumlah jajaran, mengungkapkan, pelaku dalam menjalankan aksinya sangat meyakinkan dan tidak tergesa. Bahkan, dalam menjalankan aksinya itu, mereka menyewa sebuah Ruko di Jalan Pasar Kembang Nomor 29, Yogyakarta, yang seolah dijadikan kantor untuk menambah kepercayaan calon korbannya.

Pelaku berinisial TSK menghubungi dan berpura-pura ingin membeli perhiasan berlian milik korban dan beberapa cincin batu mulia. Komunikasi dilakukan intensif, sehingga korban pun mulai percaya. Lalu, dengan beralasan sakit, TSK meminta korban membawa lima buah perhiasan yang salah satunya berlian ke Ruko. Begitu tiba di Ruko, TSK mengajak korban masuk ke salah satu ruangan dengan alasan akan melakukan pembayaran secara tunai. Namun, ketika pelaku sudah mendapatkan perhiasan, korban lalu ditinggalkan sendiri di dalam ruangan dan dikunci dari luar. Pelaku kemudian langsung kabur.

Sadar telah menjadi korban penipuan, Saputro lalu menjebol tembok ruangan yang mengurungnya dan melapor ke Polresta Yogyakarta, pada Kamis (3/12/2015), siang sekitar pukul 12.15 Wib.

Petugas Polresta Yogyakarta pun langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara dan memburu pelaku. Namun, karena pelaku kabur keluar daerah, kasusnya kemudian ditangani oleh Polda DIY. “Tim kemudian berkoordinasi dengan Bareskrim Polri, dan pada 14 Desember 2015 pelaku berinisial TSK berhasil ditangkap dan pada 18 Desember 2015 giliran TS yang diringkus di Jakarta beserta barang bukti. Keduanya kini ditahan di Rutan Polda DIY,” terang Hudit.

Dalam pemeriksaan, lanjut Hudit, diketahui antara pelaku dan korban sebelumnya tidak saling kenal. Pelaku TSK menghubungi korban melalui telepon yang dilakukan secara inten. Mereka bekerja sangat rapi dengan enam orang anggota komplotan yang masing-masing memiliki tugas berbeda. Karena itu, diduga korbannya tidak hanya satu orang. Pelaku juga diketahui ahli mengenali berlian asli dan palsu.

Atas perbuatannya itu, kedua tersangka dijerat Pasal 378 atau 372 KUHP tentang penipuan dan penggelapan dengan ancaman hukuman masing-masing 4 tahun penjara. Sedangkan untuk 4 orang tersangka lainnya masih dalam pengejaran.

Berkait kejadian itu, Polda DIY pun mengimbau kepada masyarakat, terutama pemilik toko perhiasan agar lebih berhati-hati dan teliti kepada calon pembeli perhiasan dan segera melapor ke polisi jika menemukan atau mengalami tindak penggelapan dan penipuan perhiasan, agar memudahkan proses penindakan. 
Lihat juga...