Pontianak Berhasil Menjadi Kota dengan Pelayanan Publik Terbaik se-Indonesia

Jum’at, 18 Desember 2015 / Jurnalis: Aceng Mukaram / Editor: Sari Puspita Ayu

 Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono saat menerima penghargaan
PONTIANAK — Kota Pontianak kembali unjuk gigi di tingkat nasional. Tak tanggung-tanggung, prestasi yang diraih berada di puncak teratas memimpin kota-kota lainnya sebagai kota pelayanan publik terbaik se-Indonesia. 
Pontianak berhasil meraih nilai tertinggi yakni 87,32. Kemudian disusul posisi kedua, Lubuk Linggau 84,69 dan ketiga diraih Yogyakarta 81,03 serta diikuti tujuh kota lainnya sesuai dengan peringkat yang tetapkan Ombudsman RI. Menyandang predikat terbaik dalam Kepatuhan Standar Pelayanan Publik menurut Undang-undang Nomor 25 tahun 2009 tentang pelayanan publik, setelah Kota Pontianak berhasil melakukan inovasi percepatan dalam memberikan pelayanan.
            
Wali Kota Pontianak, Sutarmidji mengatakan, penghargaan yang diterima ini merupakan bukti bahwa pelayanan publik Kota Pontianak lebih baik dari kota yang selama ini digaung-gaungkan di media. Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran aktif jajaran PNS di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Pontianak yang selama ini sudah berkomitmen memberikan pelayanan yang baik sehingga diakui oleh sebagian besar masyarakat. 
“Saya minta itu terus ditingkatkan, berikan pelayanan yang cepat, yang murah, yang transparan dan bebas dari pungli,” ujarnya, melalui keterangan tertulisnya yang diterima Jumat 18 Desember 2015.
            
Penghargaan yang diterima Wakil Walikota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono diserahkan oleh Kepala Ombudsman RI Danang Girindrawardana. Pontianak berhasil menyisihkan 98 kota se-Indonesia.
            
Edi menambahkan, Kota Pontianak menduduki peringkat tertinggi dengan penilaian sebanyak 109 unit layanan sudah masuk dalam zona hijau. Berbagai inovasi-inovasi dalam percepatan memberikan pelayanan kepada masyarakat dilakukan Pemkot Pontianak sehingga menumbuhkan kepercayaan masyarakat yang tinggi kepada pemerintah. 
“Ini dibuktikan dengan tingkat partisipasi masyarakat terhadap pembangunan yang tinggi, misalnya pembebasan lahan warga untuk pelebaran jalan tanpa ada ganti rugi,” terangnya.
Sumber foto: Humas Pemkot Pontianak
Lihat juga...