Prasasti Peresmian Gedung Radiodiagnostik RSCM oleh Pak Harto Masih Terjaga Rapi


NASIONAL—Dalam kesempatan meliput berbagai rangkaian acara dalam rangka peringatan HUT RSCM ke 96 pada Minggu (13/12/2015), Cendana News berkesempatan memasuki Gedung Radiodiasnotik yang diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia ke-2, HM. Soeharto. 
Pada bagian depan tembok gedung tersebut terdapat sebuah prasasti terbuat dari batu marmer berukuran sedang. Di situ tertulis “Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Gedung Radiodiasnostik R.S. DR. Cipto Mangunkusumo Dibuka Dengan Resmi, Jakarta 21 Juli 1979, Presiden Republik Indonesia, Soeharto”.
Peresmian Gedung Radiodiasnostik tersebut merupakan salah satu dari rangkaian peresmian beberapa fasilitas-fasilitas yang ada di RSCM. Diantaranya peresmian peralatan radiodiagnostik dan peralatan radiologi, peresmian fasilitas ruangan Intensive Care Unit (ICU) dan peresmian instalasi perawatan Intensive Coronary Care Unit (ICCU). Peresmian ruangan operasi bedah sentral, peresmian fasilitas sterilisasi peralatan medis sentral dan pengadaan peralatan anglokardiografi.

Pantauan Cendana News, secara keseluruhan kondisi fisik bangunan asli Gedung Radiodiasnostik tersebut hingga masih sangat baik dan ssaat ini pada beberapa bagian Gedung Radiodiagnostik tersebut terlihat sedang direnovasi, menyesuaikan dengan kebutuhan dan mengikuti perkembangan jaman.
Dalam istilah dunia kedokteran, radiodiasnotik dikenal sebagai salah satu cabang dari ilmu radiologi (penyinaran) yang memanfaatkan sinar pengion atau (Sinar X) untuk membantu mendiagnosa suatu jenis penyakit, sehingga dengan alat tersebut bisa didokumentasikan.
“Saya sebenarnya sering berobat secara rutin di RSCM, namun hari ini baru tahu, ternyata Pak Harto dulu pernah meresmikan salah satu bangunan di RSCM, yaitu Gedung Radiodiasnostik, tadi pas lewat sini tak sengaja melihat ada sebuah prasasti yang ditandatangani oleh Presiden Soeharto” kata Arifin, aeorang pensiunan Pegawai Negeri Sipil (PNS) saat ditemui Cendana News di RSCM.
Minggu, 13 Desember 2015/Jurnalis: Eko Sulestyono/Editor: Gani Khair/Foto: Eko Sulestyono
Lihat juga...