Ratusan Warga Yogyakarta Deklarasi Bebas dari Gerakan Separatisme

Massa Aksi Front Jogja Anti Separatisme
YOGYAKARTA — Ratusan warga Yogyakarta terdiri dari 28 ormas, bergabung dan menamakan diri Front Jogja Anti Separatisme mengadakan aksi deklarasi Jogja Bebas Separatisme di Komplek DPRD DI Yogyakarta, Selasa (1/12/2015). Mereka menuntut, agar pemerintah bertindak tegas terhadap gerakan separatisme Organisasi Papua Merdeka (OPM) yang menurut mereka juga telah ada di Yogyakarta.
Muhammad Suhud, SH, Koordinator aksi di sela unjukrasa bersama ratusan massa berbagai elemen mengatakan, selama ini Kota Yogyakarta telah dibuat tidak nyaman dan resah dengan tindakan sejumlah oknum Papua yang sering melanggar aturan. Mereka sering tidak pakai helm di jalan dan dibiarkan karena selalu marah jika ditegur. 
“Unjukrasa ini merupakan bentuk kekesalan warga terhadap tindakan semena-mena oknum Papua yang seolah dibiarkan”, tegas Suhud.
Aksi massa diikuti oleh 28 ormas yaitu Paksi kraton,  LCKI, FAKI, FKUB, BANSER, KOKAM, SENKOM, Jogowargo, PPMI, IKPMDI, PII, GP ANSOR, Pareanom, CODE X, GPI, MRC, TUGU, URC, REMBUK, FPN, FKPPI, PPM, PP, FJR, SAGA, PAGAR NUSA, BMR, dan Pemuda Muhamadiyah. 
Dalam aksinya, mereka berteriak menuntut pembubaran OPM, dan membentangkan spanduk bertuliskan, Menolak Tegas Unjukrasa Yang Bersifat Separatisme dan Sara. Massa aksi menuntut agar segera dibuatkan Perda larangan tindak separatisme berkembang di Yogyakarta, menuntut pemerintah bertindak tegas terhadap separatis OPM yang ditengarai ada di Yogyakarta, menutup asrama warga Papua di Kemasan, Yogyakarta karena sering membuat resah warga sekitar, dan menuntut agar DPRD Provinsi DIY membuat regulasi mengenai fungsi dan manfaat Asrama Daerah.
Aksi massa yang digelar di DPRD DIY, disambut salah satu anggota dewan setempat. Chang Wendriyanto, anggota Komisi C mengatakan, akan akan menyampaikan aspirasi warga tersebut kepada pemerintah dan aparat terkait. Sementara itu, puluhan anggota POLRI dan TNI mengawal jalannya aksi tersebut. 
Tak hanya di lokasi unjukrasa, ratusan aparat keamanan dari POLRI dan TNI juga berjaga-jaga di sekitar Asrama Mahasiswa Papua di Jalan Kusumanegara, Yogyakarta. Aparat menjaga asrama mahasiswa Papua terbesar di Yogyakarta itu untuk mencegah hal-hal yang tak diinginkan. Namun demikian, aksi massa berjalan tertib. 
JURNALIS : KOKO TRIARKO

Jurnalis Cendana News wilayah DI.Yogyakarta. Bergabung dengan Cendana News bulan Agustus 2015. Sebelum bergabung di Cendana News, jurnalis, penulis dan fotografer di beberapa media cetak lokal.

Akun twitter @KOKOCND
Editor : ME. Bijo Dirajo / Fotografer : Koko Triarko
Lihat juga...