Reaksi BEM Malang Raya atas Perpanjangan Kontrak Freeport

Riyanda Barmawi

MALANG—Setelah sehari sebelumnya masa aksi dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) menggelar unjuk rasa di depan kantor DPRD kota Malang. Di tempat yang sama kini giliran Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Malang Raya menggelar aksi serupa untuk menolak perpanjangan kontrak karya PT. Freeport Indonesia, Kamis (3/12/2015).
Riyanda Barmawi selaku Korlap aksi menganggap jika kontrak Freeport tetap diperpanjang akan lebih banyak menimbulkan mudorat-nya daripada manfaatnya karena menurutnya Freeport tidak memberikan sumbagsih yang besar terhadap kesejahteraan masyarakat Papua.
Ia menambahkan, setidaknya sebanyak tujuh tanah adat di Papua habis dimanfaatkan Freeport, cadangan emas kita akan terus terkuras yang seharusnya nilai rupiah kita bisa menguat dan stabil tapi karena cadangan emas kita terus di kuras oleh pihak asing sehingga nilai rupiah kita terus menurun seperti sekarang ini, jelasnya.
“Bagi kami, hal ini merupakan bentuk penjajahan baru yang berkedok investasi, bentuk penjajahan baru atas nama pengelolaan aset alam dan itu merupakan permainan pihak asing yang harus kita lawan, Kita juga meminta agar Freeport segera angkat kaki dari Indonesia,”ucapnya.
Riyanda menilai pemerintah melakukan politisasi Freeport, banyak sekali tarik menarik kepentingan yang dilakukan oleh para elit politik.  Kuat dugaan orang-orang yang ingin kontrak Freeport terus diperpanjang, mereka-mereka inilah yang memiliki saham yang besar dalam Freeport.
Selain Freeport, di Jawa Timur, tepatnya Banyuwangi telah terjadi konflik yang disebabkan oleh adanya tambang, konflik tersebut telah banyak menelan korban. Sudah sepatutnya pemerintah segera menjadi penengah dalam permasalahan ini. 
“Jika memang tambang-tambang tersebut justru membawa dampak buruk bagi masyarakat, sebaiknya dihentikan dan ditutup,”ujarnya.
Berikut Tuntutan masa aksi BEM Malang Raya:
– Menuntut pemerintah untuk meghentikan perpanjangan kontrak PT. Freeport Indonesia
– Menuntut pemerintah untuk mengubab UU No. 25 Tahun 2007 tentang penanaman modal asing
– Mendesak pemerintah untuk menutup perusahaan tambang yang dikelola oleh pihak asing
– Mengutuk keras penangkapan 306 teman-teman demonstran yang berasal dari Papua
– Mengecam manuver politik elit negara yang terindikasi kuat akan melakukan perpanjangan kontrak karya PT. Freeport. (Baca : Foto Aksi BEM Malang Raya Menolak Perpanjangan Kontrak Freeport)
Kamis, 3 Desember 2015/Jurnalis: Agus Nurchaliq/Editor: Sari Puspita Ayu/Foto: Agus Nurchaliq
Lihat juga...